KPI Jabar Panggil Lativi Senin

Smack Down Makan Korban

KPI Jabar Panggil Lativi Senin

- detikNews
Jumat, 24 Nov 2006 08:55 WIB
Jakarta - Acara yang menayangkan aksi para jagoan bertubuh kekar saling adu jotos dan saling banting, Smack Down, mndapat respon Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Rencananya pada Senin 27 November mendatang, KPI Daerah Jawa Barat akan memanggil Lativi untuk memberi klarifikasi."Seharusnya untuk acara yang menonjolkan adegan kekerasan ditayangkan jam sepuluh malam keatas," kata anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Amelia Hezkasari Day, kepada detikcom, Jumat (24/11/2006).Amelia mengaku, pihaknya pernah menegur Lativi atas pelanggaran jam tayang itu. "Alasan Lativi, sudah terikat kontrak sampai bulan Desember," ungkap Amelia.Tanggapan Lativi, menurut Amelia, cukup kooperatif. Begitu ada kejadian yang menghebohkan di Bandung, pihak Lativi langsung mendatangi KPI."Jam tayangnya sudah diubah menjadi jam sepuluh malam sejak dua hari yang lalu, jadi Lativi menanggung resiko kontraknya," kata Amelia.Namun Amelia mengatakan untuk jangan buru-buru menuduh pihak Lativi sebagai penyebab meninggalnya Reza Ikhsan Fadillah, siswa SD di Bandung yang di-'smack down' kawan-kawannya."Kasusnya masih dalam penyelidikan polisi, belum tahu meninggal karena berantem-beranteman atau ada penyakit lain," kata Amelia.Kalau memang hal tersebut karena pengaruh tayangan Smack Down, KPI akan meminta Lativi menghentikan acara tersebut maupun acara-acara sejenis di televisi lain.Persaingan PasarAmelia juga tidak menampik adanya faktor pasar yang bermain dalam penayangan Smack Down, walaupun tayangan tersebut pernah diputar oleh RCTI."Waktu itu juga sudah dicomplain oleh banyak orang, namun tidak ada korban yang meninggal," katanya.Menurutnya, di daerah Jawa Barat, Lativi menempati urutan kedua. "Karena di beberapa daerah di Jabar yang bisa diterima hanya TVRI dan Lativi saja, selain itu rating Smack Down di Lativi lebih bagus dari pada di RCTI, mungkin juga cara mengemasnya," kata Amelia.Selain faktor pasar, Amelia juga menyoroti kelalaian orang tua dalam mengawasi tayangan yang ditonton oleh anak, terutama pada jam tayang dimana anak sudah harus tidur. (nwk/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads