Aborsi Bunuh 68.000 Wanita/Tahun
Jumat, 24 Nov 2006 08:04 WIB
New York - Aborsi yang tidak aman di negara-negara berkembang telah membunuh 68.000 wanita setiap tahun, dan membuat 5 juta lainnya mengalami infeksi dan komplikasi lainnya.Demikian hasil studi yang dipublikasikan Susheela Singh dari Guttmacher Institue di New York, seperti dilansir AFP, Jumat (24/11/2006). Angka yang fantastis itu diperoleh dari studi yang dilakukan di 13 negara.Negara yang menjadi objek penelitian adalah Mesir, Nigeria, Uganda, Banglades, Pakistan, Filipina, Brazil, Chili, Kolombia, Republik Dominika, Guatemala, Mexico, dan Peru. Sebagian lagi data juga diambil dari Burkina Faso, Ghana, Kenya dan Afrika Selatan.Rating terendah wanita yang masuk rumah sakit yaitu Banglades dengan 2,8 orang untuk setiap 1.000 wanita. Yang tertinggi berada di Uganda dengan angka 16,4, disusul Mesir dengan 15,3 orang di rumah-rumah sakit umum.Singh memberi catatan, dirinya mengalami kesulitan dan terkadang tidak mungkin memperoleh data yang akurat dari kasus aborsi tidak aman ini."Cara yang efektif untuk mengeliminasi hal ini adalah dengan fasilitas aborsi yang legal dan aman dan mudah diakses. Tujuan utamanya adalah negara-negara berkembang," pungkas Singh.
(fjr/nwk)











































