Penghentian Semburan Lumpur Tetap Gunakan Relief Well

Penghentian Semburan Lumpur Tetap Gunakan Relief Well

- detikNews
Jumat, 24 Nov 2006 07:06 WIB
Surabaya - Meski terjadi penurunan tanah disekitar pusat semburan lumpur panas hingga 5 meter dan meledaknya pipa gas milik Pertamina, Timnas penanggulangan semburan lumpur tetap berupaya menghentikan semburan lumpur dengan tetap memakai teknik pengeboran miring (relief well)."Meski kondisi tanggul-tanggul di sekitar pusat semburan saat ini rusak parah akibat ledakan pipa gas, kita tetap mengupayakan menghentikan semburan dengan menggunakan teknologi relief well," kata Ketua Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur, Basuki Hadimuljono, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (23/11/2006).Untuk itu, Timnas akan melakukan upaya percepatan pengeboran pada relief well I yang saat ini sudah mencapai kedalaman 2.837 kaki langsung menuju kedalaman 9.000 kaki.Sedangkan pengeboran yang dilakukan relief well II saat ini sudah berada di kedalaman 1.170 kaki akan dipercepat menuju kedalaman 7.000 kaki."Namun harus dilakukan perbaikan tanggul siang malam serta membuat tanggul di sekeliling lokasi relief well II agar target pengeboran bisa segera dicapai," jelasnya.Dengan melihat kondisi saat ini, Timnas akan kembali mengupayakan peninggian dan penguatan tanggul yang berada di tanggul utama pusat semburan dan kolam penampungan A dan B yang berada di Desa Kedung Bendo guna melindungi masyarakat desa tersebut.Sedangkan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan raya porong, Timnas akan melakukan perbaikan dan menambah kapasitas beberapa ruas jalan dan persimpangan di jalan nasional dan provinsi yang saat ini terus mengalami kemacetan akibat ditutupnya jalan tol Porong-Gempol.Selain itu untuk mempermudah dan mempercepat pembuangan air lumpur ke Kali Porong, Timnas secepatnya akan segera membangun bangunan pelimpah (spill way) untuk mengalirkan lumpur secara gravitasi dari pusat semburan menuju kali porong langsung."Untuk jangka panjang kita akan merelokasi jalan tol ruas Porong-Gempol, jalan kereta api serta jaringan transmisi PLN yang saat ini sudah terendam air lumpur di kolam penampungan Desa Mindi," harap Basuki. (bdh/fjr)


Berita Terkait