Rencana Kirim Pasukan ke Irak Masih Wacana
Jumat, 24 Nov 2006 04:12 WIB
Jakarta - Presiden SBY telah menyatakan komitmen pemerintah dalam penyelesaian konflik di Irak kepada Presiden AS George W Bush. Namun Menhan Juwono Sudarsono menyatakan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Irak masih sebatas wacana.Pengiriman pasukan tersebut masih menunggu model pendekatan penyelesaian krisis di Irak."Konsep presiden tentang penyelesaian Irak yang disampaikan kepada Bush sebagai keterpaduan 3 jalur, yaitu pertama, penyelesaian Irak secara nasional, kedua, melalui regional antara Irak, Iran dan Suriah yang ini sedang berjalan. Dan jalur ketiga adalah melalui tingkat global," urai Juwono saat mengunjungi pameran Indo Defence, di arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/11/2006).Alasan presiden ingin terlibat dalam penyelesaian kasus Irak, tambah Juwono, adalah karena masalah Irak telah menjadi global responsibility, termasuk bagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar. "Konstitusi kita juga menyatakan harus ikut menjaga ketertiban dunia," tandas dia.Dijelaskannya, saat ini pemerintah sedang menunggu apakah ketiga jalur ini saling mengisi atau tidak. Jika jalur pertama dan kedua sejalan, maka pemerintah akan masuk ke jalur ketiga bersama PBB. "Tapi ini masih wacana," imbuhnya.Tentang jalur ketiga, menurut Juwono, Indonesia sangat berkepentingan. Bila situasi di Timur Tengah stabil, harga minyak di Indonesia juga akan ikut stabil. "Tapi itupun kalau anggarannya sesuai, dan DPR setuju," cetus dia.Kalau mengirim pasukan apakah dananya cukup, karena untuk ke Libanon saja kekurangan? "Kita lihat lagi seperti di Libanon itu di luar rencana. Kalau presiden memutuskan dan ada tawaran PBB dan dari negara-negara Timur Tengah, kita akan pertimbangkan apakah sesuai dengan keuangan negara," pungkas dia.
(fjr/fjr)











































