Soal Lapindo, Ical Beban Kabinet
Jumat, 24 Nov 2006 04:40 WIB
Jakarta - Lagi-lagi posisi Menkokesra Aburizal Bakrie disorot dalam kasus luapan lumpur Lapindo. Posisi Ical --sapaan Aburizal-- sebagi menteri sekaligus pemilik grup Bakrie dianggap dapat menjadi beban bagi pemerintahan SBY-JK."Kalau Grup Bakrie tidak bertanggung jawab, maka yang kena adalah nama baik kabinet, jangan sampai jadi beban moral bagi kabinet," kata Wakil Ketua MPR AM Fatwa, di sela acara Silaturahmi Korps Alumni HMI (KAHMI), di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2006) malam.Fatwa menegaskan bahwa grup Bakrie harus bertanggung jawab sampai ke ujung persoalan, termasuk ledakan pipa gas akibat genangan lumpur Lapindo. "Grup Bakrie tidak bisa tidak bertanggung jawab, harus tanggung jawab sampai ke ujung persolan," kata eks tapol era Orde Baru ini.Jika tidak, maka nama baik kabinet akan terpengaruh karena Ical ada di dalamnya. "Jangan sampai jadi beban moral bagi kabinet," tandasnya.Apa Ical perlu diganti? "Jika grup Bakrie tidak mau bertanggung jawab atau melepaskan, apa yang terjadi, katakanlah presiden mereshuffle Ical. Saya tidak mau secara eksplisit mengatakan itu karena itu wewenang presiden, tapi setidaknya, baik Aburizal Bakrie, presiden, dan wakil presiden harus mepertimbangkan itu, bahwa ini menjadi beban. Aburizal Bakrie menjadi beban kabinet," bebernya.
(fjr/fjr)











































