Presiden Harus Reshuffle KIB, Saat Ini
Jumat, 24 Nov 2006 04:19 WIB
Jakarta - Desakan agar presiden melakukan perombakan kabinet terus bergulir. Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung berpendapat presiden sebaiknya melakukan reshuffle saat ini, pada saat usia pemerintahan berusia dua tahun."Presiden sebaiknya melakukan pergantian menteri yang tidak perform dalam menjalankan tugasnya, sekarang saat yang tepat," kata mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, di sela acara Silaturahmi Korps Alumni HMI (KAHMI), di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2006) malam.Menurut Akbar, masih banyak yang belum berhasil dilakukan oleh kabinet. "Yang banyak berkaitan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari adalah bidang ekonomi, tapi bukan berarti hanya bidang ekonomi saja," kilah Akbar ketika ditanya menteri yang membidangi sektor apa saja yang harus diganti.Mengenai calon-calon menteri yang akan dimasukkan dalam kabinet, Akbar menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. Lagipula, presiden mempunyai tim penilai untuk memilih menteri."Itu hak prerogatif Presiden, bisa saja mengambil nama dari partai, tapi sayaberpendapat kalau presiden harus memilih dengan pertimbangan objektifitas,kompetensi, kapabilitas dan mampu menterjemahkan visi presiden," tandas Akbar.
(nwk/fjr)











































