Pembalakan Liar Didukung Senjata Terus Berlangsung di NAD

Pembalakan Liar Didukung Senjata Terus Berlangsung di NAD

- detikNews
Jumat, 24 Nov 2006 00:38 WIB
Banda Aceh - Aparat keamanan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diminta serius menangani kasus-kasus pembalakan liar yang masih saja berlangsung di provinsi itu. Banyak pelaku yang masih bebas berkeliaran karena dalam aksinya dibekingi para oknum yang memiliki senjata api. "Kegiatan illegal logging yang belum juga teratasi sampai sekarang, serta meningkatnya kegiatan eksploitasi sumber daya hutan yang tidak bertanggung jawab, tetap menjadi kekhawatiran utama berbagai elemen di masyarakat Aceh," kata Koordinator Investigasi Kelompok Kerja (Pokja) Advokasi Hutan Aceh, Afrizal Akmal, di Banda Aceh, Kamis (23/11/2006).Menurut Afrizal, pihaknya masih menemukan adanya penebangan liar di Aceh Besar,Aceh Pidie, Aceh Jaya, Aceh Utara, Bireun, Aceh Timur dan Bener Meriah. Kegiatanini melibatkan beberapa kelompok masyarakat dan didukung para oknum yang memiliki senjata, serta aparat sipil. Dikatakannya, kasus-kasus pembalakan liar terjadi karena memang kemauan aparat keamanan untuk memberantasnya tidak begitu intens. Padahal jika berkeinginan kuat, hal itu dapat dilaksanakan. "Ambil saja contoh Taman Nasional Gunung Leuser yang saat ini hampir dapat dikatakan berhasil dalam menghentikan kegiatan illegal logging di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Faktor utama keberhasilan ini tak lain karena adanya keinginan dari pihak aparat dan semua pihak untuk berkoordinasi," ujarnya. Pada sisi lain, kata dia lagi, lembaga keadilan tidak mendukung upaya-upaya tersebut."Beberapa kasus pembebasan tersangka illegal logging oleh hakim menguatkan kenyataan bahwa hukum bisa dipermainkan karena semua bukti yang ada seolah tidak memiliki arti apapun pada pengambilan keputusan", tandas Akmal. Konflik satwa dan bencana banjir yang terjadi di beberapa kabupaten di Aceh, urai dia, seharusnya menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh umumnya dan pemerintah khususnya untuk tidak terjebak dalam permasalahan dan kerugian yang berulang, tetapi harus mulai segera melakukan tindakan komprehensif. (rul/fjr)


Berita Terkait