Garuda Gunakan 4 Pesawat Carter Angkut Jamaah Haji Solo

Garuda Gunakan 4 Pesawat Carter Angkut Jamaah Haji Solo

- detikNews
Kamis, 23 Nov 2006 23:05 WIB
Solo - Maskapai penerbangan Garuda akan menggunakan empat pesawat carteran untuk mengangkut 32.564 jamaah haji yang diberangkatkan dari embarkasi Solo tahun ini. Keempat pesawat itu terdiri dari tiga pesawat Air Bus dan satu pesawat Boeing. "Tahun ini kami meningkatkan layanan dengan tiga pesawat Airbus (AB) 300 dan satu pesawat jenis Boeing 747-300. Masing-masing berkapasitas 405 penumpang," jar General Manager Garuda Solo M Taufan Hidayat di Solo, Kamis (23/11/2005). Saat musim haji tahun lalu, kata Taufan, Garuda menggunakan tiga buah pesawat dan satu pesawat cadangan. Masing-masing adalah Boeing 767 dan satu Air Bus yang kesemuanya berkapasitas 325. Taufan menjelaskan tiga pesawat AB-300 yang digunakan tahun ini, Garuda mencarter dari perushaaan My Travel, Inggris. Sedangkan pesawat B747-300, dicarter dari perusahaan Orienthay, Thailand. Jumlah kloter dari Embarkasi Adi Sumarmo Solo sebanyak 81 kloter dengan jumlah jamaah 32.564 orang. Kloter pertama akan diberangkatkan 28 November mendatang. Rute penerbangan yang akan ditempuh adalah Solo-Batam-Jeddah-Solo untuk pesawat AB-300 dengan jumlah penerbangan 68 kali, dan Solo-Jakarta-Jeddah-Solo untuk untuk B747-300 dengan jumlah penerbangan 13 kali. Barang bawaan tiap jamaah, sesuai kontrak Garuda, adalah untuk bagasi 35 kg, kabin bagasi 10 kg, air zamzam 1 galon 5 liter dan kantong passport. "Di luar ketentuan itu, bukan menjadi tanggung jawab kami," kata dia. Tidak Ganti PesawatLebih lanjut Taufan membantah spekulasi tentang kemungkinan pergantian pesawat saat singgah di Batam maupun di Jakarta. Menurutnya persinggahan di Batam dan Jakarta hanya untuk pengisian bahan bakar. Sedangkan penumpang maupun barang bawaannya tidak diturunkan atau pindah ke pesawat lain. Alasan mengisi bahan bakar di Batam dan Jakarta adalah demi keselamatan penerbangan. Pesawat berbadan besar membutuhkan run way panjang, sedangkan Bandara Adi Sumarmo hanya memiliki run way sepanjang 2.600 meter. "Jika di Bandara Adi Sumarmo bahan bakar diisi penuh, dikhawatirkan justru berbahaya bagi penumpang. Karena tidak diisi penuh dari Solo maka perlu diisi ulang di Batam dan Jakarta. Namun tanpa ada pergantian pesawat yang dikhawatirkan," ujarnya. (mbr/fjr)


Berita Terkait