Agenda SBY di Jepang & Rusia
Kamis, 23 Nov 2006 18:40 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berada di Moscow pada tanggal 1-2 Desember 2006. Sejumlah nota kesepakatan kerja sama teknis bidang militer RI-Rusia ditandatangani dalam kesempatan tersebut. "Lainnya MoU kerja sama militer Indonesia-Rusia, periode 2006-2010," kata jubir Kepresidenan Dino Pattidjalal di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/11/2006). Sementara untuk peningkatan kerja sama militer yang telah lama terjalin itu, Pemerintah RI berencana untuk menggandeng Rusia dalam industri pertahanan. Sebaliknya dari Rusia pun ada tawaran yang sangat kuat agar rencana itu segera direalisasikan. Tidak hanya militer, ada MoU bidang lain yang penandatanganannya akan disaksikan langsung Presiden SBY dan Presiden Vladimir Putin. Yaitu kerja sama energi, eksplorasi ruang angkasa untuk tujuan damai, dan memerangi terorisme. Presiden akan bertolak ke St. Peterburg pada 29 November dari Tokyo. Setelah melakukan berbagai kunjungan, malam keesokan harinya barulah menuju Moscow. Sementara kunjungan kenegaraan ke Jepang akan berlangsung antara 27-29 November esok. Di Tokyo, Presiden SBY dan rombongan akan diterima dan dilepas langsung oleh Kaisar Akihito dan permaisuri. Pertemuan dan pembicaraan dengan PM Sinzho Abe sendiri akan diadakan 28 November. Selain isu bilateral juga dibahas situasi terakhir krisis Korea Utara dan DK PBB. "Ini merupakan kehormatan, karena kunjungan kenegaraan ke Jepang hanya ada dua kali dalam setahun. Presiden SBY juga kepala negara sahabat pertama yang diterima sejak terpilihnya kabinet yang dipimpim PM Abe," papar Dino. Dua hari setelah setibanya kembali di tanah air, Senin (4/11/2006), Presiden SBY akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Korea Roh Moo-Hyun. Selain peluang kerja sama bidang ekonomi dua negara, krisis di Korea Utara juga akan disinggung dalam pembicaraan dua kepala negara.
(lh/asy)











































