Menlu: Bush Sudah ke RI, Travel Warning Tak Beralasan Lagi

Menlu: Bush Sudah ke RI, Travel Warning Tak Beralasan Lagi

- detikNews
Kamis, 23 Nov 2006 17:15 WIB
Gianyar - Kunjungan Presiden AS George W Bush ke Indonesia pada 20 November 2006 menunjukkan citra keamanan positif. Jadi tidak ada alasan lagi bagi negara-negara lain untuk mengeluarkan travel warning."Kita berharap dengan perbaikan situasi keamanan di Indonesia, tidak ada alasan bagi negara-negara lain untuk memelihara travel warning," kata Menlu Hassan Wirajuda.Hal ini disampaikan dia usai menandatangani nota kesepakatan dengan Menlu Tunisia Abdelwahab Abdallah di Hotel Maya, Ubud, Gianyar, Bali, Kamis (23/11/2006).Mesipun kedua pemimpin negara tidak memfokuskan pembicaraan pada masalah politik dan keamanan, lanjut Hassa, pihaknya selalu menjelaskan kondisi Indonesia, khususnya keamanan dalam setiap pertemuan-pertemuan, meskipun dalam setingkat menteri.Dalam pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Bush dan Presiden SBY melakukan pembicaraan pada masalah hubungan dua negara dalam memajukan pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, perdagangan, investasi, dan teknologi informasi.Ia mengatakan, setiap warga negara yang negaranya mengeluarkan travel warning, bebas menentukan sendiri untuk berkunjung atau tidak ke Indonesia."Kita saksikan misalnya, walaupun Australia gencar mengeluarkan travel warning, toh turis Australia juga berkunjung ke sini (Bali). Tidak ada kekhawatiran yang besar, sepanjang kita mampu menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi para turis," kata Hassan.Travel warning, sambung dia, merupakan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan bagi warganya, sehingga jika terjadi bencana, mereka tidak digugat oleh warga negaranya sendiri.Sebelumnya Dubes AS untuk Indonesia B Lynn Pascoe dua hari setelah kunjungan Bush di Indonesia menyatakan belum akan mencabut travel warning ke Indonesia. "I'm sorry, mereka masih khawatir dengan bom," ucap Pascoe. (gds/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait