Akbar-Try Cs Disoraki Aktivis 98
Kamis, 23 Nov 2006 13:56 WIB
Jakarta - Bosan dengan segala retorika dan janji-janji politik, aktivis 1998 menantang Akbar Tandjung dan Try Soetrisno cs melakukan perubahan yang konkret guna mengatasi kemelut bangsa. Politisi senior ini pun disoraki kala memberi jawaban yang tidak memuaskan. Huuu....!Suasana diskusi publik Gerakan Kebangkitan Indonesia Raya memanas saat Ardian Napitupulu dari Forkot menantang politisi senior untuk melakukan perubahan."Bapak-bapak dari 20 tahun lalu, 10 tahun lalu hingga sekarang hanya bisa bicara. Tidak punya keberanian untuk merebut kekuasaan dan melakukan perubahan," kata Adian yang disambut teriakan "Ayo pimpin kami... Bang Akbar... Bang Try!" dari 200-an audiens.Tidak hanya itu, aktivis 1998 juga membentangkan poster bertuliskan "SBY-JK turun" dan ada salah seorang aktivis yang berlari mengelilingi ruangan sambil mengibarkan bendera Merah Putih."Kami tidak butuh wacana, tetapi kami butuh perubahan konkret. Kami siap turun ke jalan segera membuat perubahan. Kami bosan dengan omongan yang dari dulu hanya begitu saja. Dari 1998 generasi muda selalu minta perubahan, generasi tua hanya ngekor. Kini saatnya kita berdua bersinergi melakukan perubahan," papar Adian.Akbar yang mengenakan batik warna coklat pun tampak adem ayem mendengar tantangan itu. Mantan Ketua DPR ini pun tersenyum."Saya kira masih ada waktu untuk presiden dan wapres memperbaiki diri dan kinerja kabinetnya. Kalau mau meng-impeach presiden harus ada kesalahan konstitusional yang dilakukan presiden atau perbuatan kriminal. Ini pun jalannya masih lama," kata Akbar yang langsung disoraki huuu...!Melihat situasi memanas, Try akhirnya turun tangan. "Perbedaan jangan membuat kita pecah. Justru perpecahan akan dimanfaatkan pihak asing, salah satunya yang tengah mengintip kekayaan bangsa Indonesia kita, jangan cerai berai, satukan langkah untuk membuat perubahan," kata Try.Mendengar ajakan itu, darah muda aktivis 1998 yang semula bergolak akhirnya mereda, situasi pun terkendali. Sementara tokoh senior Mega, Gus Dur, dan Wiranto hingga akhir acara tidak hadir.
(aan/sss)











































