Lapindo Makan Nyawa, SBY Jangan Malu-malu Kucing Lagi
Kamis, 23 Nov 2006 12:28 WIB
Jakarta - Masalah lumpur Lapindo bukan lagi hanya soal uang, tapi sudah menyangkut nyawa. Presiden SBY pun diminta jangan malu-malu kucing lagi."SBY harus segera turun tangan, jangan malu-malu kucing, karena ini menyangkut perekonomian di Jawa Timur dan nyawa manusia," tegas anggota Komisi VII DPR Ade Daud Nasution di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11/2006).Menurut dia, ledakan pipa gas yang terjadi saat ini tidak lagi berkaitan dengan kontrak karya dan pelanggaran hukum. Peristiwa itu sudah menyangkut nyawa manusia dan investasi, serta perekonomian di Jawa Timur."Pemerintah harus lebih berani menentukan siapa yang bersalah dalam kasus lumpur Lapindo. Karena jika tidak, akan terus terjadi pengembangan masalah. Kalau tidak segera ditentukan, penyelesaian tidak akan segera tuntas," ujarnya.Ade menambahkan, pemerintah harus mempersiapkan contingency plan di Sidoarjo terkait ledakan gas. Selain itu, pemerintah harus memindahkan jalur gas yang sudah diprediksi terkena luapan lumpur."Agar tidak meledak lagi, yang sudah dipastikan terkena luberan harus dipindahkan," katanya.Ade meminta kepada pemerintah untuk segera menetapkan Lapindo sebagai penanggung jawab terhadap semua kejadian akibat lumpur panas ini, serta memberikan ganti rugi kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
(umi/sss)











































