Baru Dibuka, Bandara Thailand Diwarnai Pelecehan Seksual
Kamis, 23 Nov 2006 11:44 WIB
Bangkok - Baru saja dibuka, namun bandara internasional Thailand sudah didera berbagai masalah. Mulai dari toilet jorok, polusi udara, sampai pelecehan seksual terhadap pramugari. Waduh!Jika dilihat dari luar, Bandara Suvarnabhumi di Bangkok tersebut terlihat mewah dan mengesankan.Namun di dalamnya, banyak bagian-bagian terminal yang masih dalam pembangunan. Kamar mandi pun sudah dalam keadaan kotor dan masih perlu dibangun toilet yang lebih banyak lagi."Bandara sudah kotor, bukan saja toilet, tapi secara keseluruhan. Padahal masih baru. Perawatannya buruk," kata manajer properti AS Brian Hodde sembari menunjuk sampah yang berceceran di lantai sebuah restoran di bandara.Sejak bandara beroperasi pada 28 September lalu, sudah banyak komplain dari para penumpang. "Saya didekati oleh sopir taksi yang terlalu banyak dan mencecar pertanyaan-pertanyaan," ujar seorang warga Inggris, Peter Wood."Saya butuh waktu yang sangat lama untuk berjalan dari pesawat ke bagian imigrasi. Tidak nyaman," cetus Wood yang baru tiba dari Phnom Penh, Vietnam.Di awal-awal beroperasi, bandara gres itu juga sempat mengalami masalah komputer. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/11/2006).Pihak Airport of Thailand (AoT), yang mengelola Suvarnabhumi mengatakan akan membangun sekitar 200 toilet tambahan yang akan menghabiskan dana sebesar 40 juta baht (sekitar Rp 10 miliar).AoT juga berjanji akan meningkatkan keamanan sehubungan dengan adanya pelecehan seksual terhadap pramugari. Banyak komplain dari pramugari yang mengaku disentuh dan diikuti oleh pekerja bangunan di bandara.AoT pun akan mengeluarkan dana yang fantastis untuk membayar kompensasi bagi warga sekitar bandara yang terganggu dengan suara bising pesawat. Dana kompensasi itu diperkirakan bisa mencapai 7 miliar baht atau sekitar Rp 1,7 triliun!"Ada banyak masalah yang harus diatasi," kata Marsekal Udara Chalit Phukphasuk. Diperkirakan akan butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan semua masalah itu.Menurut sejumlah pakar, Perdana Menteri terguling Thailand Thaksin Shinawatra telah memaksakan pembukaan bandara baru tersebut lebih awal beberapa bulan. Padahal sebenarnya bandara itu belum siap beroperasi.
(ita/sss)











































