Anak Edi Mimpi Tangan Berdarah Sebelum Ayahnya Tewas
Kamis, 23 Nov 2006 08:02 WIB
Jakarta -
Sebelum tewas akibat ledakan pipa gas Pertamina di areal lumpur panas Lapindo, keluarga Edi Sutarno ternyata sudah mendapat firasat buruk. Putri ketiga Edi yang bernama Febri (6) bercerita kalau dirinya bermimpi buruk 2 kali mengenai ayahnya."Kemarin aku mimpi mama ada di pelaminan sendirian. Ayah tidak ada di samping mama," ujar Febri kepada detikcom di depan kamar jenazah RSUD Sidoarjo, Kamis (23/11/2006).Sambil menangis, gadis cilik itu menceritakan kalau dirinya tidak khawatir apapun mengenai mimpi yang dialaminya. Namun keesokan harinya, dia mendapatkan kembali mimpi buruk yang serupa."Besoknya aku lihat ada tangan berlumuran darah di mangkok emas di atas meja makan di rumah. Aku takut, tapi aku nggak cerita ke mama," ujarnya sambil sesekali mengusap matanya yang merah sayup akibat tangis.Febri mengaku kaget setelah mendengar berita bahwa ayah tercintanya tewas dalam tugas. Mimpi buruk yang dialaminya sebanyak 2 kali ternyata menandakan kalau ayahnya akan segera 'pergi'.Edi Sutarno adalah karyawan kontraktor penanggulangan lumpur dari PT Adhi Karya. Dia sudah bekerja di perusahaan tersebut sejak tahun 80-an.Saat ditemukan, dirinya sudah tidak bernyawa di kolam penampungan lumpur Kedungbendo, Kecamatan Tangul Angin. Edi dikenal sebagai ayah yang baik dan perhatian. Dia meninggalkan 1 orang istri bernama Murniati, dan 4 orang anak yaitu Chandra, Tias, Febri dan Azizah.
(rmd/fay)










































