Rel KA Mati di Jabar Akan Dibuka
Rabu, 22 Nov 2006 19:05 WIB
Jakarta - Masyarakat yang tinggal di sepanjang rel kereta api "mati" di selatan Jawa Barat, harus bersiap-siap angkat koper. Pemerintah berencana membuka kembali jalur KA yang sudah lama tidak berfungsi itu.Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa di sela-sela acara RakornasRistek 2006 di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Taman Sari Bandung, Rabu (22/11/2006)."Kami menginginkan pada 2009 rel-rel KA yang sudah tidak berfungsi itu bisa digunakan kembali. Untuk itu kami minta pemerintah daerah untuk membebaskan lahan yang kini dipakai jadi pemukiman," ujarnya.Jalur KA yang menjadi prioritas untuk dibuka adalah Bandung-Ciwidey. Menurut Hatta saat ini kapasitas jalan raya dan jumlah kendaraan sudah tidak sebanding, sehingga membutuhkan alat transportasi alternatif lain yaitu kereta api."Bayangkan untuk ke Soreang dan Ciwidey, selama ini kita membutuhkan waktu yang sangat lama. Padahal hal itu tidak perlu terjadi jika ada jalur KA," katanya.Mengenai kondisi sepanjang rel yang kini dijadikan daerah pemukiman, Hattamengatakan hal itu tanggung jawab pemerintah daerah. Bahkan, kata dia, kalau perlu digunakan Perpres No 36 Tahun 2005 untuk pembebasan lahan.Hatta menambahkan perbaikan dan pembukaan kembali jalur kereta api yang tidak berfungsi ini tidak hanya di Jabar, namun juga di wilayah Indonesia lainnya seperti di Trans Sumatera. Namun dia tidak mengungkapkan berapa banyak rel mati yang kini alih fungsi jadi pemukiman."Kami targetkan pada 2009 nanti 2,5 juta penduduk Indonesia menggunakan kereta api sebagai alat transportasi," ujarnya.
(fay/fay)











































