Penderita HIV/AIDS di Indonesia Meningkat
Rabu, 22 Nov 2006 18:23 WIB
Jakarta - Hingga September 2006, jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat. Lebih dari separuh penderita tertular melalui penggunaan jarum suntik untuk narkoba secara bergantian.Berdasarkan data yang dirilis Departemen Kesehatan, jumlah penderita yang terinfeksi HIV kumulatif tercatat sebanyak 4617 dan penderita AIDS sebanyak 6987 orang sampai bulan September."Jumlah itu kan hanya orang yang melaporkan saja," cetus Koordinator Komunikasi dan Advokasi Komisi Penanggulangan Aids Nasional Rudi Gobel di sela acara 'Kampanye Hari AIDS Sedunia 2006' di sebuah kafe di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2006).Kelompok yang paling beresiko terkena HIV/AIDS adalah para pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Rasionya mencapai 52,6 persen dari total yang terinfeksi. Sementara yang terinfeksi melalui gonta-ganti pasangan sebanyak 37,2 persen.Sedangkan untuk kelompok umur, usia 20-29 tahun merupakan kelompok yang paling tinggi terinfeksi dengan rasio 54,77 persen. Untuk perbandingan jenis kelamin laki-laki berpeluang 4,6 kali lebih banyak terinfeksi HIV/AIDS dibandingkan perempuan.Data ini lanjut Rudi, berbanding lurus dengan data yang dirilis WHO. Tercatat hingga pertengahan 2006 jumlah pengidap HIV/AIDS di seluruh dunia mencapai 39,5 juta orang. Jumlah ini naik sebanyak 2,4 juta orang dari jumlah pada tahun 2004.Sementara untuk penderita yang baru terinfeksi pada tahun 2006 menurut WHO terdapat 4,3 juta orang, naik sebanyak 400 ribu orang dibandingkan tahun 2004.Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember mendatang Komisi Penanggulangan AIDS Nasional akan mengadakan kampanye kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS."Kami akan membagikan 1 juta pamflet kepada masyarakat yang berisi penyuluhan AIDS," ujar Rudi. Rencananya 250 ribu lembar akan disebarkan di Jakarta dan sisanya akan dibagikan ke 22 provinsi sebanyak 34 ribu lembar/provinsi."Nanti akan ada pelaksanaan malam renungan di Bundaran HI pada malam tanggal 30 November. Puncak acara akan ada peringatan di Istana Negara pada 1 Desember," tandas Rudi.
(bal/fay)











































