BRR Nias Pusing, Komponen Jembatan Dicuri
Rabu, 22 Nov 2006 16:26 WIB
Medan - Konstruksi jembatan yang sudah terpasang lengkap, tidak berarti bebas masalah. Tangan-tangan jahil masih saja merusak jembatan. Misalnya di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut). Jembatan yang sudah selesai dibangun Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias Perwakilan Nias, akhirnya rusak karena komponennya dicuri.Jembatan itu berada di Kecamatan Idano Gawo. Maling menggondol komponen topang angin jembatan. Padahal komponen yang diambil ini, mencapai 80 persen dari keseluruhan komponen.Akibatnya jembatan jenis bailey ini dalam keadaan melengkung. "Kasus pencurian komponen jembatan bailey di Idano Gawo ini telah diadukan secara resmi ke Polres Nias. Laporannya juga sudah ditembuskan kepada Bupati Nias," kata Nirarta Samadhi, Kepala Perencanaan dan Pengendalian BRR Perwakilan Nias kepada wartawan, Rabu (22/11/2006), di Gunungsitoli, ibukota Kabupaten Nias.Menurut Nirarta Samadhi, pencurian ini baru diketahui pada Kamis (16/11/2006). Sehari kemudian, pihak BRR bersama aparat keamanan setempat melakukan peninjauan lapangan. Dari peninjauan ini diketahui, keadaan jembatan strategis yang terletak di jalan utama yang menghubungkan sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Nias sangat mengenaskan. Kondisinya berbahaya bagi pengendara kendaraan. Terutama kendaraan-kendaraan berat pengangkut material rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias. "Berdasarkan evaluasi terhadap daya tahan jembatan bailey setelah komponennya dicuri, disimpulkan bahwa lalu lintas yang melewati jembatan tersebut harus dibatasi dan kendaraan berat seperti truk harus dilarang melintasinya. Jika pembatasan dan pelarangan ini tidak dilakukan, maka dalam waktu dekat jembatan dikhawatirkan akan rubuh. Untuk itu, kami telah meminta ijin kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Nias untuk membatasi penggunaan jembatan tersebut," katanya.Dia menjelaskan, hal-hal semacam ini jelas sangat menghambat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Keberadaan jembatan penghubung dua wilayah yang dipisahkan oleh sungai Idano Gawo ini sangat penting dan strategis. Gangguan yang dilakukan terhadapnya benar-benar mengurangi kinerja rehabilitasi dan rekonstrusi secara signifikan."Kami menghimbau segenap masyarakat Nias untuk menjaga aset publik yang telah dibangun. Dukungan segenap pihak terhadap aset publik yang mempengaruhi hayat hidup orang banyak perlu mendapat perhatian yang lebih serius," kata Nirarta Samadhi.
(jon/jon)











































