4 Orang Nelayan Bengkalis Riau Hilang di Selat Malaka

4 Orang Nelayan Bengkalis Riau Hilang di Selat Malaka

- detikNews
Rabu, 22 Nov 2006 16:32 WIB
Bengkalis - Empat orang nelayan kelompok jaring Rawai asal Kabupaten Bengkalis Riau hilang di perairan Selat Malaka. Diduga empat orang nelayan ini hilang terkait konflik sesama nelayan. Keempat warga yang hilang berasal dari Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Mereka adalah Salim bin Haji Syarif (35), Darno bin Bakri (50), Eko Purwanto bin Hartono (26), dan Mudas (50). Mereka menggunakan satu kapal untuk mencari ikan di laut. Nelayan ini berangkat melaut pada hari Jumat (16/11/2006) sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga kini nelayan ini belum ada yang kembali ke rumahnya masing-masing."Berbagai langkah sudah kami lakukan, yakni mengerahkan dua unit kapal patroli sejak hari Sabtu, (18/11/2006) sampai saat ini. Upaya pencarian ini juga melibatkan masyarakat dan keluarga korban," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Edi Setio Budi Santoso kepada wartawan. Dia menjelaskan, pihaknya telah menugaskan 3 tim penyelidik dan penyidik gabungan Reskrim dan intelijen. Tim ini akan menyisir perkampungan nelayan Jaring Batu. Selain itu pihak kepolisian bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat baik desa Meskom, dan Kedabu, Rangsang dan Rangsa Barat, serta Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepri. "Sampai hari ini keempat orang belum ditemukan," kata Edi. Dugaan Terkait Konflik Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau, Joni Mundung saat dihubungi detikcom mengatakan, hilangnya empat orang dari kelompok nelayan jaring rawai ini belum bisa dipastikan. Namun demikian, pihaknya menduga bisa jadi ini masih terkait kasus lama, di mana kelompok jaring Rawai dengan jaring Batu selama ini sering terjadi konflik dalam mencari ikan di laut. Konflik yang sudah berlangsung sekitar 23 tahun ini dipicu oleh kebiasaan nelayan Rangsang alias jaring batu yang menggunakan alat pukat harimau untuk menangkap ikan Kurau dan dianggap merugikan nelayan jaring rawai. "Sudah beberapa kali selalu terjadi konflik antara nelayan. Walhi sendiri sampai saat ini mendampingi kelompok jaring rawai yang merasa dirugikan kelompok jaring batu. Namun demikian atas kehilangan empat orang nelayan ini, kami belum bisa memastikan penyebabnya. Tapi bisa jadi masih terkait konflik lama," kata Joni. (cha/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads