Antisipasi Banjir Lahar, Warga Merapi Ronda di Kali Gendol
Rabu, 22 Nov 2006 16:16 WIB
Yogyakarta - Mengantisipasi terjadinya ancaman banjir lahar, warga lereng selatan Gunung Merapi mulai giat melakukan ronda di sepanjang Kali Gendol. Warga yang tinggal di sepanjang Kali Gendol dan Opak membangun beberapa pos pemantauan.Ronda dilakukan di sepanjang kali yang berhulu di Merapi dengan pengamatan langsung dan mengunakan radio komunikasi. Sebanyak 4 pos dibangun di Kali Gendol dan 4 pos di sepanjang Kali Opak.Hal itu diungkapkan Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Sleman, Agustino kepada detikcom di Balai Desa Kepuharjo, Rabu (22/11/2006)."Peristiwa Senin malam itu membuat warga trauma, karena mulai banjir lahar dan sudah lama tidak pernah terjadi Kali Gendol," katanya.Menurut dia, saat kubah Merapi runtuh, dari arah puncak langsung mengeluarkan wedhus gembel atau awan panas disertai suara gemuruh batu berjatuhan. Sedang dari arah sungai juga terdengar suara air bercampur lumpur mengalir deras. Saat ini material pasir yang ada di sungai mulai mengendap dan berwarna kehitaman."Bila air di sungai sudah jenuh, akan terjadi bajir lahar dan bisa menghancurkan semua yang ada di pinggir sungai," katanya.Dia mengatakan, lahar yang ada di Kali Gendol sempat terbawa air hingga wilayah Dusun Jambu Kepuharjo yang berjarak 7,5 km dari puncak. Diperkirakan sekitar 6 juta meter kubik lahar akan memenuhi Kali Gendol saat puncak musim penghujan nanti."Ini akan berbahaya bila material Merapi sudah tidak tertampung di jurang-jurang Gendol atau dam-dam yang ada sudah tidak muat lagi," katanya.Untuk mengantisipasi ancaman bahaya sekunder, katanya, baik warga Kepuharjo, Umbulharjo dan Glagaharjo mulai mengaktifkan ronda di sepanjang aliran sungai bila kawasan puncak turun hujan. Ronda dilakukan antara lain di kawasan Bebeng hingga Dusun Jambu dan Kopeng dengan bantuan alat komunikasi HT.Selain ronda di sungai, warga juga mengandalkan alat Early Warning System (EWS) yang dipasang oleh pengelola Dam Sabo Merapi yang terpasang di pinggir sungai. "Semua warga sudah siap ronda dengan alat komunikasi yang ada dan semua warga yang tinggal di atas sudah saling waspada bila hujan turun," katanya.
(bgs/sss)











































