Terganjal Perpres, Pembangunan 1.000 Rusun Ditunda
Rabu, 22 Nov 2006 16:08 WIB
Jakarta -
Masyarakat yang berharap memiliki rumah rusun (rusun) harus bersabar. Sebab, rencana pembangunan seribu rusun di sepuluh kota besar termasuk Jakarta pada tahun ini dibatalkan, akibat belum keluarnya peraturan presiden (perpres). "Perpres belum keluar karena belum adanya titik temu antara pemerintah dengan para pengembang mengenai keringanan-keringanan dalam membangun rusun," kata Menteri Negara Perumahan Yusuf Asy'ari saat menghadiri pembukaan rapat kerja daerah Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta, di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2006).. Menurut Yusuf, saat ini masih dilakukan pembicaraan antara pemerintah dengan para pengembang. Pembicaraan mengenai keringanan pajak pertambahan nilai, perizinan-perizinan dan harga tanah yang tinggi. Yusuf juga menjelaskan pemerintah menargetkan Perpres akan keluar pada akhir tahun 2006, sehingga pada awal tahun depan, pembangunan rusun di Jakarta akan terealisasikan. Sebelumnya rencana pencanangan pembangunan rusun telah tiga kali tertunda, yakni pada 5 Oktober, 10 Oktober dan 10 November 2006. Penundaan ini terjadi akibat banyaknya permintaan dari para pengembang. Pemerintah merencanakan membangun seribu rusun di Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Palembang. Jakarta dijadikan proyek percontohan. Rusun yang dibangun di Jakarta berada di Pulogebang, Pulogadung, Marunda dan Kalimalang.
(nik/asy)










































