Dana Penelitian Cekak, 840 Proposal Ristek Ditolak
Rabu, 22 Nov 2006 15:28 WIB
Bandung - Minat mengembangkan riset di bidang teknologi di Indonesia cukup besar. Buktinya untuk tahun depan, Kementerian Negara Ristek telah menerima 1.200 proposal. Namun sayang, karena keterbatasan dana, hanya 360 proposal atau hanya 30% saja yang akan disetujui. Demikian disampaikan Menristek Kusmayanto Kadiman di sela-sela acara Rakornas Ristek 2006 di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Taman Sari, Bandung, Rabu (22/11/2006)."Anggaran untuk penelitian dan pengembangan riset teknologi pada 2007 sebesar Rp 76 miliar. Karena pengembangan ristek membutuhkan dana cukup besar, maka tidak semua proposal kami setujui," ujar dia. Menurut Kusmayanto, pihaknya hanya akan menyetujui 30% dari proposal yang masuk. Saat ini sudah ada 1.200 proposal yang masuk dan dalam tahap penyeleksian. Selain persoalan dana, sedikitnya proposal yang disetujui juga karena kualitas proposal pengembangan teknologi itu sendiri.Pihaknya akan memprioritaskan enam sektor pengembangan teknologi, yaitu energi alternatif, pertanian, kesehatan, tranportasi, teknologi informasi, dan alat pertahanan dan keamanan. "Jika kita bisa mengembangkan teknologi di enam bidang itu, kita berharap semua yang peralatan yang mendukung enam sektor itu bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri," paparnya.Dia mencontohkan untuk di sektor pertahanan dan keamanan, industri dalam negeri yaitu PT Pindad telah berhasil memproduksi senapan laras panjang SS 2. "Bahkan dengan senapan itu, berhasil memenangkan kejuaraan di Australia beberapa waktu lalu," katanya.Menurut dia pengembangan riset dan teknologi akan menunjang komitmen Presiden SBY untuk memprioritaskan produksi dalam negeri.
(ern/asy)











































