Rel KA di Lubuk Linggau Tua, tapi Bukan Penyebab Celaka
Rabu, 22 Nov 2006 14:57 WIB
Bandung - Ngeri juga melihat rel KA di Lubuk Linggau, tempat tergulingnya gerbong KA Serelo beberapa hari lalu. Bantalan relnya sudah lapuk. Tapi ya maklum saja. Lha rel KA ini dibuat pada tahun 1920. Tapi, rel yang sudah tua ini bukanlah penyebab tergulingnya gerbong KA Serelo. Usia tua rel KA Lubuk Linggau ini diakui oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Rajasa. Namun, dia tidak setuju bila disebut bahwa usia tua rel itulah yang menjadi penyebab kecelekaan KA Serelo juruan Lubuk Linggau-Kertapati, Palembang. "Saat ini penyebab kecelakaan masih sedang diteliti oleh KNKT. Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa, karena penyelidikannya belum selesai," ujar Menhub saat ditanya wartawan kemungkinan penyebab kecelakaan karena usia rel yang sudah tua. Hatta hadir di Bandung dalam acara Rakornas Ristek yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Taman Sari Bandung, Rabu (22/11/2006).Menurut Hatta, jalur Lubuk Linggau-Kertapati merupakan bagian dari trans Sumatera railway. Rencananya, kata dia, pada 2007 semua rel di wilayah itu akan diganti karena usianya yang sudah tua. Rel-rel di Trans Sumatera dibangun sekitar 1920.Kecelakaan KA Serelo dari Stasiun Lubuk Linggau Tujuan Kertapati terjadi pada pukul 9.30 WIB, Senin (20/11/2006) lalu. KA tercebur ke sungai, sehingga mengakibatkan sembilan penumpang tewas dan 26 lainnya mengalami luka-luka.
(ern/asy)











































