Hawk Nyungsep Tak Boleh Didekati karena Ada Peledak

Hawk Nyungsep Tak Boleh Didekati karena Ada Peledak

- detikNews
Rabu, 22 Nov 2006 13:37 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto membantah adanya larangan meliput bagi juru warta dan juru gambar di lokasi jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 di Bandara Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau.Djoko beralasan hal itu demi keselamatan bersama. Alasannya, pesawat tersebut membawa bahan peledak yang berbahaya."Oh nggak tertutup. Kan fotonya ada di media-media. Tapi memang tidak boleh mendekat. Karena di pesawat itu kan ada bahan peledak. Itu yang kita khawatirkan," kilah Djoko usai mengikuti pembukaan Indo Defence 2006 di arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/11/2006).Sebelumnya, sejumlah wartawan yang meliput jatuhnya pesawat tersebut mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari sejumlah anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.Kamera foto dan televisi yang hendak mengambil gambar Hawk nyungsep itu direbut anggota Paskhas. Beberapa di antaranya diambil memory cardnya, ada juga yang gambarnya dihapus.Jadi, siapa yang dapat foto Hawk nyungsep itu Pak Panglima? (fjr/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads