Panglima TNI:
Hawk yang Nyungsep Masih Baru
Rabu, 22 Nov 2006 13:21 WIB
Jakarta - Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto membantah pesawat Hawk 200 yang tergelincir dan terbalik di Bandara Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, adalah pesawat lama yang tidak layak pakai. Menurut dia, pesawat itu adalah pesawat terbaru yang dimiliki TNI AU."O nggak, ini pesawat paling baru yang kita miliki. Terakhir kita beli tahun 1990-an. Jadi ini pesawat baru, bukan pesawat lama. Tapi Hawk yang ini kita beli dari Inggris akhir tahun 1990-an. Mungkin keliru dengan Sky Hawk. Kalau yang itu (Sky Hawk) memang sudah lama. Kita beli tahun 1960-an," jelas Djoko.Hal itu disampaikan Djoko usai mengikuti pembukaan Indo Defence 2006 di arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/11/2006).Saat ini, lanjut dia, pihaknya belum mengetahui kepastian penyebab tergelincirnya pesawat tersebut."Ya ini sedang kita selidiki. Tapi mungkin ada masalah teknis sehingga pesawat sulit dikendalikan dan tidak bisa mendarat di tempat yang seharusnya, sehingga pesawat nyelonong," bebernya.Sedikit menganalisa, menurut Djoko, jika mesin pesawat tersebut mati, biasanya sistem hidrolik pesawat tersebut turut mati. Padahal, si pilot sempat menyelamatkan diri menggunakan kursi pelontar."Pilotnya berusaha menyelamatkan diri. Penyebab pastinya belum diketahui, apakah ada masalah teknik atau kerusakan mesin. Kalau mesinnya mati, biasanya sistem hidoliknya juga ikut mati," terang dia.Saat ditanya apakah ada kesalahan manusia dalam insiden tersebut, dia berharap semua pihak tidak berspekulasi terkait peristiwa ini. "Jangan terlalu dini ambil kesimpulan. Pasti nanti akan ada tim yang dibentuk oleh pantia penyelidik kecelakaan pesawat terbang. Nanti mereka yang menentukan. Tapi, dari laporan sementara, ada kerusakan mesin, sehingga pesawat susah dikendalikan," pungkasnya.
(fjr/nrl)











































