Tidak Nyaman Ikut Model Amerika

Jelang Pemilu Belanda

Tidak Nyaman Ikut Model Amerika

- detikNews
Rabu, 22 Nov 2006 12:51 WIB
Den Haag - Rakyat Belanda lebih nyaman dengan sosialisme. Selama empat tahun pemerintahan model Amerika, solidaritas terhadap kelompok lemah seperti menguap.Hal itu antara lain terlihat dari merosotnya dukungan pada partai neo-konservatif Volkspartij voor Vrijheid en Democratie/VVD (Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi).Padahal kondisi ekonomi Belanda, yang mengalami malaise sejak 2002, menunjukkan pertumbuhan positif 2,4% kuartal kedua 2006, tahun depan diperkirakan pertumbuhan 3%. Terjadi juga surplus anggaran 0,2%. Daya beli rakyat naik 1%. Lapangan kerja bertambah 80.000 lebih banyak dari tahun sebelumya (sumber: Rijksbegroting, Anggaran Kerajaan 2006).Meskipun demikian angka-angka positif tersebut tidak mampu memikat suara rakyat dan mengatrol citra VVD sebagai pahlawan ekonomi. Apa pasal? VVD diperhatikan lebih mengejar pertumbuhan, tapi tak acuh dengan pemerataan. Dalam bahasa rakyat umum: kebijakannya lebih memihak kelompok kaya. Maka muncullah sindiran armer wordt armer, rijker wordt rijker (yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya).Dalam pemerintahan koalisi VVD, Christen Democratisch Appel (CDA) dan Demokrat 66 (D66), VVD yang memegang pos menteri ekonomi dipandang paling bertanggung jawab atas kebijakan yang melalaikan kaum lemah dan lebih memihak pemilik kapital itu.Konsep verzorgingstaat (negara mengurus rakyat) dibabat, diganti dengan "setiap individu mengambil tanggung jawabnya sediri". Kebijakan radikal pun dijalankan: privatisasi dan liberalisasi pasar dan pos-pos subsidi untuk rakyat ditutup. Yang paling mengejutkan adalah privatisasi di bidang kesehatan. Menurut janji pemerintah, kebijakan ini akan memunculkan persaingan bebas antarperusahaan asuransi, yang muaranya akan memunculkan harga kompetitif yang menguntungkan rakyat. Yang terjadi: perusahaan-perusahaan asuransi kecil merger menjadi sebuah perusahaan besar untuk menghadapi persaingan, sedangkan premi asuransi ternyata menjadi sangat mahal. Dalam pemilu yang akan digelar hari ini, Rabu 22/11/2006, VVD diprediksi hanya akan mampu mengumpulkan 23 kursi, menurut Barometer Politik versi Interview NSS (21/11/2006). Ini berarti susut 5 kursi dibandingkan pemilu 2003.CDA sebagai partai pemerintah juga kena hukuman, meskipun tidak seberat VVD. Perolehan kursinya akan berkurang menjadi 41 kursi dibandingkan 44 kursi pada pemilu 2003.Sementara itu partai-partai sosialis mengalami lonjakan dukungan. Semangat untuk kembali ke tatanan sosialisme dan solidaritas kembali menguat. Hanya saja suara kaum sosialis kali ini tidak deras mengalir ke Partai Buruh (sosialis demokrat), tapi terbelah ke Partai Sosialis (SP). Partai Buruh kemungkinan akan mendapat 37 kursi, sedangkan SP 23 kursi. Bagi SP, ini merupakan lonjakan besar dibandingkan pemilu 2003 yang cuma 9 kursi. Sedangkan Partai Buruh menyusut dari perolehan pada pemilu 2003 yang 42 kursi. Padahal polling musim panas lalu popularitas Partai Buruh tembus ke 50 kursi. Bisa diduga, konstituen Partai Buruh menyeberang ke SP. Penyebabnya antara lain ketidakkonsistenan pemimpin partai sekaligus vote getter Wouter Bos, terutama dalam isu integrasi dan pilihan mitra koalisi. Konstituen Partai Buruh cenderung menginginkan koalisi murni sosialis, tapi Wouter selalu membuka opsi ke tengah dan kanan.Selain itu susutnya dukungan untuk Partai Buruh sebagian juga dipengaruhi oleh suara pemilih keturunan Turki. Partai ini tidak mengambil jarak atas isu Genosida Armenia yang kontroversial itu. Kandidat dari keturunan Turki yang meragukan genosida itu malah dicoret dari daftar jadi. Akibatnya, warga keturunan Turki ramai-ramai meninggalkan partai ini. Pergeseran-pergeseran ini justru menjadi daya tarik untuk mengamati pemilu Belanda kali ini. Pertanyaan siapa pemenangnya menjadi kurang relevan, karena sudah jelas mengarah ke CDA. Yang pelik justru menebak arus suara ke partai-partai menengah dan kecil, terutama ke partai-partai berhaluan kanan, dan apa pengaruhnya pada pembentukan kabinet mendatang?Namun kemungkinan besar, yang akan muncul adalah kabinet tengah kiri (CDA, Partai Buruh dan satu mitra tambahan) atau sepenuhnya kiri. (es/es)


Berita Terkait