Kondom Wanita untuk Indonesia Tunggu 'Selera' Papua
Rabu, 22 Nov 2006 12:48 WIB
Jakarta -
Ada dua macam bahan pembuat kondom wanita. Mana yang dipilih untuk wanita di Indonesia? Itu tergantung 'selera' kaum ibu di Papua. Kok?Alat pencegah penularan infeksi kelamin dan HIV/AIDS itu akan segera diimpor di Indonesia tahun 2007.Namun keputusan ini masih menunggu hasil penelitian terhadap wanita di Papua untuk menentukan bahan pembuat kondom mana yang lebih disukai.Kenapa harus Papua? Disebutkan, karena Papua merupakan daerah endemik HIV/AIDS di Indonesia."Sekarang masih diuji coba di Papua. Diharapkan akhir tahun sudah didapatkan hasilnya," kata Koordinator Komunikasi dan Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Rudi Gobel.Hal ini disampaikan dia di sela acara "Kampanye Hari AIDS Sedunia 2006" di sebuah kafe di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2006).Saat ini, jelas dia, ada dua bahan pembuat kondom wanita yang diujicobakan kepada PSK dan ibu rumah tangga di Papua. Dua bahan tersebut adalah Polyurethane dan Lateks. Kondom yang terbuat dari Polyurethane merupakan produksi Australia, sedangkan yang terbuat dari lateks merupakan produksi India.Dipaparkan dia, kondom wanita produksi Australia seharga Rp 10 ribu per buah. Sedangkan kondom wanita produksi India lebih murah. Namun Rudi tidak menyebut harganya."Kita akan mengevaluasi dulu kondom mana yang lebih disukai, sebelum kita putuskan untuk mengimpor yang mana dan menunggu izin dari Badan POM," kata Rudi. Gambar:Kondom wanita (sumber: cervicalbarriers.org)
(bal/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































