KSAD Perintahkan Penyelidikan Kasus Ledakan di Malang

KSAD Perintahkan Penyelidikan Kasus Ledakan di Malang

- detikNews
Rabu, 22 Nov 2006 12:42 WIB
Jakarta - KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan kasus ledakan di Malang, Jawa Timur. Djoko memastikan ledakan itu bukan bom melainkan petasan yang disiapkan untuk salah satu demonstrasi pada HUT Arhanud 4 Desember mendatang."Tanggal 4 Desember itu HUT Artileri. Sesuai tradisi, ada berbagai atraksi dan tembakan-tembakan. Tapi ini didesain untuk ledakan saja, seperti mercon. Kalau besar ya meledak juga," kata Djoko Santoso di sela pembukaan apel Danrem dan Dandim di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2006).Djoko menyayangkan kenapa petasan untuk atraksi itu bisa dibuat di rumah, bukan di asrama. "Itulah masalahnya. Mestinya tidak dibuat di luar (markas Arhanud)," kata KSAD.Dia menegaskan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan kenapa petasan itu dibuat di luar asrama dan atas perintah siapa. "Itu sedang diproses siapa yang memberi perintah. Kita akan selidiki," tegasnya.Sementara berdasarkan data di Mabes AD dari laporan Komandan Pusdik Arhanud Malang Kol Art Aris Munandar, ledakan terjadi Selasa 21 November kemarin di Dusun Ngambon, Desa Girimulyo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang atau 3,5 kilometer dari Kesatrian Pusdik Arhanud.Akibat ledakan itu Kopka Basori anggota Detasemen Pusdik Arhanud Malang mengalami luka di bagian tangan kiri dan kedua kakinya. Sementara kedua anaknya, Mahardika (5) dan Ahmad Urip (4) mengalami luka bakar. Saat ini mereka sedang dirawat di RS Saiful Anwar Malang. (san/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads