SBY: Paradigma Kerjasama Militer Perlu Diubah
Rabu, 22 Nov 2006 12:40 WIB
Jakarta - Presiden SBY mengingatkan perlunya perubahan pola pikir dan paradigma dalam kerjasama militer. Kerjasama militer kini membutuhkan transparansi, terutama mengenai kemampuan dan rencana pengembangan militer antar negara bersangkutan."Bukan hanya keamanan negara yang menjadi lebih baik, tapi kerjasama militer itu juga berdampak pada stabilitas keamanan bersama di dalam kawasan," kata SBY saat membuka pameran Indo Defence di Arena PRJ, Kamayoran, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2006).Menurut SBY, perubahan pola pikir dan paradigma diperlukan terkait perbedaan bentuk ancaman yang kini dihadapi. Indonesia, seperti halnya sebagian besar negara-negara lain, kini tidak lagi menghadapi ancaman keamanan berupa invansi militer atau terlibat konflik bersenjata.Ancaman bagi keamanan nasional dan regional yang kini ada adalah penyakit menular, transnational crime, dan bencana alam."Menghadapi bentuk ancaman nontradisional tersebut tentunya diperlukan kerjasama militer dalam lingkup yang lebih luas," kata SBY.Karenanya, setiap negara sudah seharusnya mempunyai pemahaman yang sama mengenai apa yang harus dilakukan terhadap kemampuan militernya.Pameran Indo Defence ini diikuti 400 produsen alat-alat pertahanan dari 37 negara. Pameran akan berlangsung untuk umum hingga 25 November 2006. Sejumlah peralatan militer muktahir produksi dalam negeri dipamerkan dalam ajang tersebut. Sementara produsen luar negeri kebanyakan menampilkan maket produksinya.
(umi/asy)











































