Pangkoops: Bila Pilot Tak Gunakan Kursi Lontar Bisa Mati
Selasa, 21 Nov 2006 20:17 WIB
Pekanbaru - Pilot pesawat tempur Hawk 200 Mayor Penerbang Muhammad Dadang terpaksa harus keluar dengan menggunakan kursi lontar saat pesawat yang ditumpanginya akan terbalik. Bila tidak menyelamatkan diri dengan cara tersebut, bisa jadi nyawa tidak tertolong."Bila pilot tidak menggunakan kursi lontar, pilot bisa mati," kata Pangkoops TNI AU Marsekal Muda Ganjar Wiranegara kepada wartawan di Bandara Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Selasa (21/11/2006).Penjelasan Ganjar menjawab perntanyaan wartawan seputar kontroversi apakah pilot gunakan kursi lontar atau tidak. Ditambahkan Ganjar, pilot M Dadang merupakan penerbang senior yang sudah mempunyai jam terbang tinggi. "Ia sudah mempunyai 3.000 jam terbang," katanya.Pesawat naas ini, lanjut Ganjar, mengalami kecelakaan setelah terjadi trouble pada mesin yang membuat mekanik lainnya tidak berfungsi. Akibatnya, saat pesawat akan landing tidak bisa berhenti lantas meluncur hingga ujung landasan dan pesawat terbalik.Pesawat Hawk ini merupakan buatan Inggris tahun 1996. Dijelaskan Ganjar, saat ini di Pekanbaru ada 17 pesawat jenis ini. Namun ketika ditanya apakah di skuadron Pekanbaru berlaku sistem kanibal, yakni pesawat yang rusak suku cadang diambilkan pesawat lainnya, Ganjar membantahnya."Tidak semuanya seperti itu. Jadi tergantung dengan suku cadang yang ada, yang dipesan ke negara pembuat pesawat. Kalau komponen yang diminta semua tidak terpenuhi, ini yang memungkinkan kanibal," jelas Ganjar.
(jon/jon)











































