2 Wanita NTB Korban Trafiking di Medan Berhasil Kabur
Selasa, 21 Nov 2006 18:29 WIB
Medan - Apes nian nasib dua wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Dijanjikan kerja di Malaysia dengan upah Rp 1 juta per bulan, eh malah disekap 1 tahun di Medan, Sumatera Utara. Untunglah keduanya berhasil kabur.Keduanya melarikan diri dari kantor Perusahaan Pengerahan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Sumber STP yang selama ini dijadikan tempat penyekapan mereka.Kedua korban, masing-masing Sariyem alias Sari (24) dan Nurhadijah (26), berangkat dari kampungnya menuju Medan pada Oktober 2005 lalu bersama Erwin, orang yang membujuk mereka untuk bekerja ke Malaysia."Kami dijanjikan akan bekerja di Malaysia dengan gaji Rp 1 juta. Namun ternyata tidak juga diberangkatkan. Malah diminta bekerja pada beberapa rumah di Medan tanpa bayaran dan sering dipukuli," tutur Sariyem di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jalan Hindu, Medan, Selasa (21/11/2006).Dikisahkan Sariyem, keduanya berhasil melarikan diri dari kantor PT Sumber STP di Jalan Amir Hamzah Medan pada 9 November 2006. Menjelang tengah malam, mereka melompat dari jendela dan keluar dari pintu gerbang tanpa diketahui penjaga kantor.Dalam kondisi tidak punya uang, mereka berusaha kabur. Untungnya bertemu dengan Ny Nurleli di Jalan Yos Sudarso, tidak jauh dari kantor tempat mereka selama ini disekap. Setelah tinggal beberapa hari di rumah Ny Nurleli, selanjutnya kedua korban ditempatkan pada salah satu rumah keluarga Ny Nurleli hingga kini.Dalam pengaduannya kepada LBH Medan, kedua korban menyatakan, selama sekitar satu tahun di Medan, mereka dipekerjakan tanpa bayaran pada beberapa rumah, seperti di rumah Ny Lili dan Ny Meri. Selain itu, mereka juga sering mengalami pemukulan yang dilakukan Tiarta, salah seorang staf PT Sumber STP. Sebab itu melalui LBH Medan, keduanya meminta agar masalah ini dilaporkan kepada pihak berwajib.
(rul/sss)











































