Pram: Pernyataan SBY Soal Irak Tidak Sepantasnya
Selasa, 21 Nov 2006 17:45 WIB
Solo - Pemulihan Irak dianggap merupakan tanggung jawab negara yang melakukan invasi, dalam hal ini tentunya AS. Jadi, bangsa Indonesia tidak ikut menanggung beban.Hal ini disampaikan Sekjen PDIP Pramono Anung di Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/11/2006).Dia mengaku kecewa dengan pernyataan SBY yang dianggap tidak sepantasnya disampaikan saat menggelar jumpa pers bersama dengan Presiden AS George W Bush di Istana Bogor, Jawa Barat pada 20 November 2006, terutama dalam persoalan Irak."Seharusnya bangsa Indonesia tidak ikut menanggung apapun, karena itu bukan persoalan global. Itu persoalan invasi AS pada Irak, sehingga siapa yang melakukan, dia yang bertanggung jawab. Jangan sampai Indonesia juga bertanggung jawab dalam persoalan itu," cetus pria yang akrab disapa Pram ini.SBY saat jumpa pers Senin kemarin meminta komunitas internasional harus mempersiapkan langkah bersama untuk mendukung keberlangsungan dan kemandirian pemerintahan di Irak, sebelum AS menarik pasukannya dari negeri bekas rezim Saddam Hussein tersebut.SBY juga menyarankan triple track solution untuk Irak. Mendengar saran panjang lebar yang disampaikan SBY, saat itu Bush hanya mengangguk-anggukkan kepala saja.Terkait:* SBY Tawarkan Triple Track Solution untuk Irak
(mbr/sss)











































