Terkenang Mega-Bush, Azyumardi Pesimistis SBY-Bush
Selasa, 21 Nov 2006 13:45 WIB
Jakarta - Sejumlah kalangan pesimistis terhadap hasil pertemuan Presiden SBY dan Presiden AS George W Bush yang berlangsung Senin 21 November kemarin di Istana Bogor, Jawa Barat. Sebab hasil pertemuan Bush dengan Presiden Megawati pada 2003 di Bali juga tidak ada realisasi apapun."Komitmen dia (Bush) di Bali saja belum bisa direalisasikan hingga kini, seperti komitmen untuk pencairan dana bantuan bagi sektor pendidikan dasar sebesar US$ 157 juta. Saya kebetulan hadir dalam pertemuan itu, jadi saya tahu," kata Rektor UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra.Hal ini disampaikan dia usai dialog tentang pemberantasan korupsi di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (21/11/2006).Dia mengatakan, kecenderungan kebijakan AS untuk memberikan bantuan dana dalam bentuk hibah selalu diikuti dengan permintaan penyediaan dana pendamping dari negara yang diberikan bantuan."Hanya saja seringkali pemerintah kita tidak bisa menyediakan dana pendamping itu. Malahan bisa jadi dana pendamping yang diminta lebih besar dari dana yang diberikan," ujar Azyumardi.Dia menambahkan, dengan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela di AS, Bush yang berasal dari Partai Republik saat ini tidak bisa seenaknya mengeluarkan kebijakan. "Apalagi kebijakan untuk mengeluarkan dana untuk perang, ditambah birokrasi di AS yang tidak mudah," katanya.Namun demikian, lanjut Azyumardi, hanya satu keberhasilan dari pertemuan Megawati dengan Bush di Bali, yakni mengenai kemudahan bagi dosen-dosen di Indonesia untuk meneruskan pendidikan S2 atau S3 ke AS."Kalau soal yang lain, misalnya soal keadilan politik di Timur Tengah, penarikan pasukan dari Irak, sampai sekarang tidak ada realisasinya, malahan semakin memburuk. Jadi jangan berharap banyak dari pertemuan itu," tandasnya.
(san/sss)











































