Indeks Persepsi Korupsi RI Masih Memprihatinkan

Indeks Persepsi Korupsi RI Masih Memprihatinkan

- detikNews
Selasa, 21 Nov 2006 12:08 WIB
Jakarta - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sangat memprihatinkan. Hasil survei Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) pada tahun 2006 menunjukkan kenaikan IPK Indonesia hanya 0,2. Tahun 2005 angkanya 2,2.Kenaikan itu lebih kecil atau lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam, Filipina, atau Timor leste sekali pun.Hal itu terungkap dalam dialog "Mengapa Pemberantasan Korupsi di Indonesia Mandek" di Auditorium Utama UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (21/11/2006)."Kalau lihat indeks itu, posisi kita tidak bergerak dari peringkat ke-6 terkorup di dunia dari tahun 2004 sampai sekarang," cetus Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki.Salah satu faktor utama lambatnya pemberantasan korupsi di Indonesia adalah rendahnya political will. "Baik tingkat eksekutif, legislatif atau yudikatifnya belum menjadikan korupsi common enemy," sesalnya.Faktor lain, imbuh Ruki, tidak adanya reformasi birokrasi dalam sistem tata kelola pemerintah. Dia mencontohkan pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) yang ternyata menuai kontroversi."Baru dibentuk sudah direbutkan, ini kontra produktif untuk pemberantasan korupsi. Padahal UKP3R itu untuk pemberantasan korupsi dalam birokrasi pemerintah," cetusnya.Meski begitu, Ruki membantah upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sudah mandek.Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, menambahkan, upaya pemberantasan korupsi bisa dimulai melalui sektor pendidikan."Universitas bisa menjadi lembaga pendidikan etik yang dapat memutus mata rantai korupsi, asal fungsinya dilakukan secara tepat dan benar," ujar dia. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads