Harga Diri RI Jatuh di Mata AS
Selasa, 21 Nov 2006 10:59 WIB
Jakarta - Pengamanan Presiden AS George W Bush yang sangat ketat dan mengorbankan kepentingan rakyat dinilai telah menjatuhkan harga diri RI di mata AS. Bangsa Indonesia seakan-akan menjadi bangsa abal-abal."Kita malu cara kita menyambut Presiden AS. Ini akan membuka kesan kita hanya bangsa abal-abal," kata anggota FPKS Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2006).Padahal Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi sangat tinggi, baik dari jumlah penduduk maupun potensi alamnya. Karena itu, pemimpin bangsa ini bisa menjadikan rakyat RI sebagai modal utama untuk bargaining dengan bangsa-bangsa lain."Founding father Bung Hatta pernah bilang, lebih baik bangsa ini tenggelam di laut daripada menjadi yang dilecehkan. Karena itu harusnya presiden sadar menjadikan rakyat sebagai modal utama dan sumber inisiatif," tutur dia.Persiapan yang berlebihan dan pengamanan yang ketat serta mengorbankan kepentingan masyarakat Bogor, imbuh dia, hanya menuai kerugian dibanding hasil pertemuan dan besarnya dana yang disiapkan untuk menyambut Bush."Kerugian yang diderita pedagang, sopir angkot jauh lebih besar. Kita kurang menyadari sumber kekuatan kita adalah diri kita," katanya.Dia juga mengkritik tidak dipakainya helipad yang dibangun di Kebun Raya Bogor untuk penyambutan Bush. Dia juga menganggap hal itu bagian dari kelemahan pemerintah."Kita siapkan untuk penerimaan, tapi orang itu tidak mau pakai, protokoler kita juga didikte. Ini bentuk kelemahan kita di mata internasional," tandasnya.
(umi/sss)











































