Angin Ribut Terjang Boyolali & Sragen, Belasan Rumah Roboh
Selasa, 21 Nov 2006 10:20 WIB
Boyolali - Hujan disertai angin ribut melanda Boyolali dan Sragen. 14 Rumah di Desa Kauman, Kemusu, Boyolali, roboh seketika. Tidak ada korban jiwa, hanya seorang yang mengalami luka akibat tertimpa bangunan. Sedangkan di Sumberlawang, Sragen, empat rumah roboh.Di Kauman, hujan disertai angin ribut itu terjadi tadi malam, Senin (20/11/2006) pukul 18.30 WIB. Akibatnya 14 bangunan yang tersapu angin roboh seketika, termasuk di antaranya sekolah dan pasar. Sementara, rumah rusak ringan 327.Camat Kemusu, Luwarno, mengatakan, angin puyuh menyapu desa tersebut sekitar pukul 18.30 WIB kemarin, bersamaan dengan datangnya hujan deras yang hanya berlangsung sekitar 20 menit. Taksiran sementara kerugian mencapai lebih dari Rp 300 juta. "Warga yang kehilangan rumah untuk sementara tinggal di rumah kerabat atau tetangga yang rumahnya tidak tertimpa bencana. Kami sudah melaporkan terjadinya bencana ini kepada Bapak Bupati Boyolali untuk penanganan secepatnya," ujar Luwarno.Luwarno memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga Selasa (21/11/2006) pagi tercatat hanya seorang warga Desa Kauman yang mengalami luka akibat tertimpa kayu bangunan rumah. Korban saat ini sudah memperoleh perawatan dokter di Puskesmas setempat.4 Rumah Roboh di SragenPada saat yang bersamaan, angin ribut juga melanda Kecataman Sumberlawang, Sragen, yang berbatasan dengan Kemusu. Hujan disertai angin ribut merusak bangunan hunian warga di tiga desa. Empat rumah roboh dan puluhan lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.Di Desa Mojopuro terdapat dua rumah roboh, sedangkan di Desa Ngandul dan Ngargotirto masing-masing terdapat satu rumah roboh. Sementara itu 36 rumah di Desa Mojopuro dan 20 rumah di Desa Ngandul mengalami kerusakan sedang hingga ringan."Tidak ada korban jiwa maupun luka. Saat ini warga secara bergotong-royong sedang membersihkan puing-puing rumah untuk menyelamatkan barang berharga yang tersisa. Sedangkan bangunan yang mengalami kerusakan sedang hingga ringan juga sedang diperbaiki," ujar Camat Sumberlawang, Suwandi.Akhir pekan lalu, hujan disertai angin ribut juga melanda Kecamatan Miri dan Gemolong di Sragen, yang berbatasan langsung dengan Sumberlawang. Sejumlah rumah warga juga roboh tersapu angin dan belasan rumah lainnya juga mengalami kerusakan.Menurut warga di daerah pinggiran genanan Waduk Kedungombo tersebut, selama ini kawasan hunian mereka bukan daerah yang sering 'distaroni' angin puyuh. Di Kauman angin ribut cukup besar terjadi 16 tahun lalu. Sedangkan di Ngargotirto, angin ribut dengan korban besar terakhir terjadi tahun 1993."Saat itu pusaran angin ribut yang membawa material debu panas menerjang jaring karamba apung milik petani ikan di genangan waduk Kedungombo di daerah kami. Dua warga desa kami mati hangus dan seluruh karamba dengan ikan siap panen porak-poranda," papar Lurah Desa Ngargotirto, Karsono PA.
(mbr/nrl)











































