Satu Gerbong Masuk ke Sungai Bujuk
Selasa, 21 Nov 2006 00:35 WIB
Palembang - Kecelakaan KA Serelo (S8) jurusan Lubuklinggau-Palembang yang menewaskan delapan orang disebabkan satu gerbong belakang kereta api itu masuk atau jatuh ke Sungai Bujuk di Kelurahan Air Kati Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Kecelakaan itu terjadi tepatnya KM 542 di Jembatan Sungai Bujuk Kelurahan Air Kati Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Tepatnya pukul 09.30 WIB. Satu gerbong penumpang dengan nomor K3-65684 yang berada paling belakang jatuh ke sungai dengan kondisi terbalik. Roda kereta berada dibaian atas sebaliknya atap gerbong dibawah dengan kondisi ringsek akibat beban roda yang begitu berat. Sementara itu satu gerbong lagi dengan nomor K3-66768 dalam posisi tergantung karena masih menyambung dengan tiga gerbong lainnya termasuk lokomotif.Selain itu dua gerbong lainnya yakni K-56202 dan gerbong restorasi hanya keluar dari rel tidak sempat terbalik. Satu gerbong yang berada paling depan dan lokomotif tidak ada-apa.Seluruh korban yang tewas dan luka-luka mayoritas penumpang yang berada di gerbong paling belakang. Kondisi korban tewas di TKP cukup mengenaskan karena terjepit besi dan tempat duduk gerbong. Sementara korban yang luka rata-rata mengalami patah tulang yang cukup parah.Sulit MengevakuasiProses evakuasi korban baik yang tewas maupun luka-luka yang dipimpin Kapolres Lubuklinggau, AKBP Drs Refdi Andri bersama Wakapolres Kompol Suwadji dan Danki Brimob, Iptu Asep S, mengalami kesulitan. Pasalnya TKP sulit dijangkau kendaraan. Hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki dari pemukiman penduduk berjarak sekitar 3 kilometer.Evakuasi dilakukan anggota kepolisian dari Brimob dan Polres Lubuklinggau, serta anggota Kodim 040-6 Mura. Jalannya evakuasi juga terbilang sulit karena berada di dasar sungai yang cukup tinggi dari perkukaan jalan kereta. Makanya evakuasi dilakukan menggunakan tali yang dilakukan anggota polisi dan TNI di bantu beberapa penumpang yang selamat. Evakuasi dilakukan pertama terhadap korban yang luka-luka. Untuk mengangkat korban, regu penolong terpaksa menggunakan bangku kereta karena saat itu belum ada peralatan standar evakuasi.Tidak berselang sekitar setengah jam tim medis dari beberapa Puskesmas di Lubuklinggau datang menggunakan ambulan. Dengan ambulan yang ada itulah kemudian korban khususnya yang luka berat dibwa ke RS Siti Aisyah dan RSD Mura untuk diberikan pertolongan. Untuk mengangkat korban luka sendiri cukup sulit karena harus dibopong dengan jarak tempuh sekitar 3 Km. Sedangkan untuk korban yang tewas di TKP dibawa menggunakan KA yang didatangkan dari Stasiuan Lubuklinggau.Kapolres Linggau, Wakapolres dan Danki Brimob didampingi Kepala Stasiun KA Lubuklinggau, Syamsul, Kasdim 0406 merupakan orang yang pertama kali datang ke TKP. Mereka menggunakan KA dengan gerbong Sindang Marga dari Stasiun KA Lubuklinggau. Dalam gerbong tersebut Kapolres membawa anggota untuk langsung melakukan evakuasi korban. Selanjutnya Wakil Walikota Lubuklinggau, Eddy Syahputra.
(tw/ary)











































