Hebohnya 'Wartel' Istana Bogor
Senin, 20 Nov 2006 18:41 WIB
Bogor - Hebohnya persiapan dalam rangka kedatangan Presiden AS George W Bush juga terjadi di Istana Bogor, Jawa Barat. Di halaman belakangnya, didirikan tiga tenda besar dan kecil, serta toilet. Ada 'wartel' pula.Tenda pertama terletak persis berhadapan dengan gerbang samping tempat pemeriksaan. Sepanjang siang dan sore hari, dijadikan tempat para istri anggota kabinet menyiapkan pameran mobil pintar dan kerajinan. Malam hari, akan difungsikan sebagai tempat makan malam bagi wartawan dan staf pendukung lainnya.Tenda kedua, menempati lokasi di mana tahun lalu berlangsung resepsi pernikahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Anisa Pohan. Di belakang gedung utama Istana Bogor itu kini berdiri tenda raksasa berdaya tampung 500 orang yang difungsikan sebagai media center.Interior tenda dibagi dua bagian, ruang tunggu dan ruang kerja wartawan. Rangkaian acara dan prosesi yang berlangsung di dalam Istana Bogor bisa dipantau di sini. Tiga plasma TV ukuran 42 inch dipasang di ujung depan.Sementara di bagian kanan, PT Telkom menyediakan selusin telepon dan tiga mesin faksimili. Tapi untuk menggunakannya, dikenai bayaran layaknya warung telekomunikasi (wartel).Sambungan internet disediakan di ruang kerja. Untuk tiga puluh sambungan koneksi internet yang tersedia, hanya 10 unit PC yang disiapkan. Sisanya untuk disambungkan langsung dengan komputer jinjing yang dibawa sendiri oleh wartawan.Tapi tetap saja terjadi 'perebutan' kabel koneksi internet. Maklum saja, jumlah wartawan yang membawa komputer jinjing lebih dari 20 orang. Sebenarnya telah disiapkan fasilitas WiFI sebagai antisipasinya, tapi menjelang siang dimatikan."Percuma Mas, nanti juga mau di-jamming," kata seorang teknisi.Ruang kerja itu dibagi jadi dua ruang. Sebelah kanan untuk media massa nasional dan kantor berita, dan kiri untuk wartawan AS yang ikut serta dalam rombongan Bush. Karena jumlah wartawannya tidak banyak, maka ukurannya pun lebih kecil dibanding bagian kanan.Tenda ketiga ada di belakang tenda media center. Di situ para staf pendukung acara melakukan persiapan dan beristirahat. Seperti penari dan penyanyi yang akan mengisi acara jamuan makan malam.Sekilas memang seluruh fasilitas terlihat lengkap. Tapi ada detail kecil yang kurang, yaitu mushala. Masjid di kompleks Istana Bogor terletak di bagian samping depan yang jaraknya sekitar 300 meter. Bukan jarak yang menjadi masalah, tapi ribetnya prosedur pemeriksaan yang harus dijalani kembali bila kita keluar dari media center.Untungnya ada tenda unit power supply (UPS) milik PLN hanya 10 meter dari media center. Petugas PLN berbaik hati menggelar karpet dan panggung kecil di dalamnya untuk tempat salat.
(lh/sss)











































