Maskapai Penerbangan Keluhkan Penutupan Bandara Halim
Senin, 20 Nov 2006 14:56 WIB
Bandung -
Maskapai penerbangan yang melayani rute Bandung-Jakarta mengeluhkan penutupan Bandara Halim Perdanakusuma sejak Sabtu 18 November. Kerugian pun tidak terelakkan."Angka kerugian memang tidak terlalu besar, namun bagi perusahaan ini tetap merugi," keluh Manajer Deraya Airlines Bandung Lilik Antoni ketika ditemui detikcom di Bandara Husein Sastranegara Senin (20/11/206).Sepinya penumpang hari ini, lanjut Lilik, karena pihaknya sudah mengumumkan pembatalan penerbangan jauh-jauh hari. Dalam sepekan, Deraya melayani penerbangan 4 kali yakni pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu dengan harga tiket Rp 245 ribu.Keluhan yang sama juga disampaikan Manajer Airport Merpati Bandung Dwi Wasono ketika dihubungi melalui telepon. Dia memaklumi, jika ada tamu penting seperti presiden dari negara lain, Bandara Halim Perdanakusuma biasanya ditutup. Namun itu hanya dilakukan paling lama 45 menit."VVIP flight memang ada aturannya. Kalau ada presiden kita atau presiden dari negara lain, biasanya bandara benar-benar tutup 45 menit. Ini terjadi di bandara negara lain juga. Ini kan seharian ditutup, malah sejak kemarin. Ini cuma terjadi di Indonesia saja," cetusnya.Mengenai kerugian, Dwi tidak bisa memastikan jumlah totalnya, karena Merpati juga melayani penerbangan dari Halim ke Cilacap. Dalam sepekan, Merpati melayani rute Bandung-Jakarta sebanyak 4 kali. Jika dikalikan dengan 38 seat, untuk penerbangan hari ini Dwi menaksir kerugian mencapai Rp 38 juta.Pantauan detikcom di Bandara Husein Sastranegara suasana lengang sangat terasa. Tidak tampak seorang penumpang di ruang tunggu bandara. Loket pembelian tiket tidak ada yang buka.
(bal/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































