Ketatnya Masuk Istana Bogor

Ketatnya Masuk Istana Bogor

- detikNews
Senin, 20 Nov 2006 14:25 WIB
Bogor - Bertolak belakang dengan pengamanan di luar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat yang sedemikian ketat, tidak demikian dengan di dalamnya. Meski lebih ketat dibanding biasanya, tapi lumayan cukup 'manusiawi'.Setidaknya tidak tampak pasukan militer berseragam tempur loreng atau hitam-hitam mondar-mandir menenteng senapan. Mereka hanya ada di sekeliling pagar luar Istana Bogor dan KRB, Senin (20/11/2006).Tampilan anggota Paspampres Indonesia dan Secret Service (SS) Amerika Serikat yang berjaga di balik pagar halaman dalam tidak sesangar itu. Mereka mengenakan setelan safari dan jas hitam, meski tentu saja tetap dengan pistol yang terselip di pinggang.Rombongan wartawan yang hendak meliput langsung pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden George W Bush pun harus berulang kali menjalani pemeriksaan badan dan barang bawaan superketat.Pos 1 ada di gerbang belakang Istana menjadi pintu masuk untuk wartawan. Fokusnya adalah memeriksa tanda emboss pada kartu pengenal khusus dari Paspampres, dan mencocokkan nama yang tertera di situ dengan daftar nama wartawan yang resmi.Bila namanya tidak tercantum di daftar itu, meski kartu tanda pengenalnya sah, jangan harap maju ke babak selanjutnya. Beberapa juru kamera seperti dari TVRI dan SCTV terpaksa balik kanan alias hengkang karena tersandung masalah data tidak sinkron itu.Barang bawaan diperiksa melalui mesin x-ray, orang yang membawa barang harus melewati gerbang metal detector. Kantong harus dikosongkan dari segala benda yang terbuat dari logam dan peralatan elektronik.Khusus untuk kamera, ada prosedur tambahan. Perangkat tersebut harus 'disterilkan' terlebih dahulu. Bagian lensa dan body dilap dengan lap khusus untuk menghilangkan sidik jadi yang menempel. Maksudnya agar hanya sidik jari fotografer bersangkutan yang nanti teridentifikasi di peralatan tersebut.Kartu tanda pengenalnya sendiri ada lima warna. Biru muda untuk wartawan, biru tua untuk protokol, kuning untuk staf kepresidenan, hijau untuk anggota delegasi, dan oranye untuk para ajudan menteri.Melihat panjangnya prosedur tersebut, tak ayal wartawan harus mengantre cukup lama untuk bisa melewati gerbang metal detector. Pemeriksaan untuk 50 wartawan memakan waktu sekitar satu jam.Setelah berjalan kaki melintasi halaman rumput kurang lebih 100 meter, tibalah di Pos 2. Di gerbang samping Istana Bogor itu, pemeriksaan di Pos 1 diulang. Tapi kali ini lebih sederhana. Hanya melewati gerbang metal detector, sementara untuk barang bawaan melewati kotak x-ray.Setelah melalui dua pos pemeriksaan, selanjutnya wartawan hanya bisa menunggu... (lh/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads