Pengamanan Bush Kalahkan APEC
Senin, 20 Nov 2006 11:21 WIB
Bogor - Pengamanan Bush dikeluhkan warga Bogor. Mereka seperti dipenjara di rumah sendiri. Pengamanan pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 1994 lalu saja dianggap tidak seperti ini. Padahal saat itu jumlah kepala negara yang datang ada sekitar 21 orang.Salah satu warga yang ditemui detikcom di kawasan Tugu Kujang, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/11/2006), menganggap dipasangnya kawat berduri semakin membuat Kota Bogor mencekam."Kayak di Poso aja, padahal dulu waktu APEC nggak kayak begini. Waktu itu kan banyak kepala negara. Ini cuma satu kepala negara saja, Bogor jadi sepi dan mencekam," keluh Asep (26).Warga Bogor yang bekerja di Terminal Baranangsiang itu melihat kotanya seperti kota mati. Dia terpaksa tidak bekerja karena tempat kerjanya diliburkan.Dia mengimbau pemerintah tidak berlebihan jika akan menerima tamu atau menghormati tamu negara yang akan datang.Keluhan yang sama juga disampaikan Syarifuddin yang tinggal di daerah Lebak Pasar, Bogor. Dia mengaku takut berjualan hari ini."Saya dagang asongan di Terminal Baranangsiang, cuma sekarang terpaksa libur karena takut dengar isu Bogor akan rusuh," katanya.Pantauan detikcom pukul 10.45 WIB, warga Bogor mulai berani menunjukkan batang hidungnya. Ratusan orang berkumpul di Botani Square yang terletak di seberang Tugu Kujang dan di sepajang trotoar Jalan Otista.Mereka duduk-duduk di balik barikade kawat berduri yang dipasang memanjang mulai dari Tugu Kujang sampai jembatan Jalan Otista. Warga umumnya berasal dari 2 kelurahan yang berada di seberang Kebun Raya Bogor, yaitu Kelurahan Lebak Pasar dan Kelurahan Baranangsiang.Semakin siang jumlah warga yang datang ke lokasi itu semakin bertambah, apalagi setelah beredar kabar massa dari PKS sedang menuju Tugu Kujang. Namun dikabarkan massa PKS masih tertahan di daerah Eka Lokasari, kawasan Tajur.
(umi/sss)











































