Menolak Bersulang untuk Bush
Senin, 20 Nov 2006 00:37 WIB
Den Haag - Peristiwa mengejutkan terjadi pada 25th Peter Stuyvesant Ball di New York. Ratusan hadirin terhormat menolak bersulang untuk presiden Bush.Peter Stuyvesant Ball adalah acara pertemuan tahunan komunitas Belanda kelas atas di New York. Nama pertemuan itu dinisbatkan kepada gubernur Nieuw Nederland, koloni Belanda di Amerika. Jejak Stuyvesant (1647-1664) antara lain perluasan Nieuw Amsterdam (kini New York) hingga ujung Manhattan, Wall Street dan gedung teater sohor: Broadway. Menurut tradisi, acara selalu dibuka oleh ketua Yayasan Belanda-Amerika, disaksikan sang pelindung yakni Puteri Margriet (adik Ratu Beatrix) dan suaminya, Pieter van Vollenhoven. Sebelum melantai, ketua mempersilakan hadirin agar bersulang untuk kepala negara Belanda dan AS.Namun ketika nama presiden AS George Walker Bush disebut, secara mengejutkan komunitas creme de la creme (lapisan atas/terbaik, red) itu hanya bereaksi dingin, situs web De Telegraaf memberitakan Minggu, 19/11/2006. Tak ada bersulang. Baru ketika tiba giliran bersulang untuk Ratu Beatrix, mereka mengangkat gelas dengan antusias.Popularitas Bush memang terus menurun. Rakyat AS sendiri sudah gerah, lalu menghukum Bush dan partainya melalui pemilu paruh waktu 7/11/2006 lalu. Melalui slogan vote for change (memilih untuk perubahan), mereka membalikkan komposisi kursi Republik : Demokrat di House of Representatives (parlemen) dari 232 : 202 pada 2004 menjadi 197 : 232.
(es/es)











































