Seorang Warga Diduga Timbun Pupuk Subsidi 15 Ton
Minggu, 19 Nov 2006 23:05 WIB
Pekanbaru - Pupuk bersubsidi merk Pusri sebanyak 15 ton diduga ditumpuk seorang warga di Jl Damai, Kawasan Siak II, Pekanbaru. Namun pemilik rumah menyangkal kepemilikan pupuk itu.Pantuan detikcom, Minggu (19/11/2006), pupuk subsidi Pusri tersebut diangkut truk jenis fuso. Truk ini terperosok di Jl Damai, Kecamatan Tampan, yang belum beraspal.Sopir truk, Basri (45), mengaku bahwa dia membawa muatan pupuk dari pelabuhan di Dumai, 200 km arah utara dari Pekanbaru. Berdasarakn surat angkutan yang dia kantongi, pupuk ini diambil atas nama CV Anugrah Mandiri yang berlamat di Jl Arengka Pekanbaru."Tapi kata perusahaan itu, pupuk ini disuruh antar ke pemiliknya. Jadi saya arahkan truk ini di Jalan Damai tempat pemiliknya. Saya tidak tahu menahu soal pupuk ini. Saya cuma tungkang antar saja sesuai surat orderan. Surat orderan itu ada sama pemilik rumah," tutur pria bertubuh subur itu..Pupuk Pusri dalam kemasan 50 kg per karung itu, baru sebagian yang dibongkar dari truk bernomor polisi BM 8467 AV. Sekitar 50 karung pupuk sudah disimpan pemiliknya, bernama Saragih, yang tinggal 10 meter dari tempat truk terperosok.Anehnya, Saragih mengaku pupuk itu bukan miliknya. Dia pun enggan menjelaskan secara perihal pupuk tersebut. Bahkan dia juga membantah mengantongi surat pembelian pupuk."Sudahlah, saya tidak tahu menahu soal pupuk ini. Tadi saya sudah jelaskan sama pihak kepolisian. Tanyakan polisi saja," katanya enteng.Berbeda dengan suaminya, istri Saragih justru mengakui pupuk tersebut milik mereka. Hanya saja, sesuai perjanjian awal, pupuk bukan di antar ke rumahnya, melainkan diantar ke ladang perkebunan sawit mereka."Ini pupuk milik masyarakat. Kami cuma perantara pembelinya saja," kata wanita berambut sebahu yang enggan menyebutkan namanya.Menurutnya pupuk ini akan dibagikan kepada kelompok tani di perladangannya. Tapi ketika didesak untuk menunjukan surat Koperasi Unit Desa (KUD) yang biasanya menerima jenis pupuk subsidi dari pemerintah, dia tidak bisa menunjukan."Kami hanya menjadi perantara dalam membeli pupuk ini," katanya.Lantas dari mana pupuk ini dibeli? "Wah itu bukan urusan saya. Yang jelas ini bukan milik kami saja, tapi masyarakat juga," kilah perempuan berlogat Batak itu.Informasi yang dihimpun, sejumlah oknum intel dari Poltabes Pekanbaru telah berada di lokasi. Ada dugaan, oknum-oknum ini akan melakukan "damai" di tempat dengan pemilik pupuk. Tapi belakangan oknum polisi ini mundur, karena pemilik pupuk menelpon oknum perwira di Polsek Tampan.Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli yang dihubungi detikcom, mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya penimbunan pupuk bersubsidi itu.Mengenai dugaan oknum polisi akan "me-86-kan" kasus ini, dia menyebut sebaiknya penimbunan itu dipantau terus. "Kasih tahu dengan saya siapa oknum yang berada di lokasi penimbunan itu," kata Zulkilfi.
(cha/nvt)











































