Bush Disebut Jadi Gedebus
Minggu, 19 Nov 2006 15:28 WIB
Yogyakarta - Demo menolak Presiden Amerika Serikat (AS) hari ini juga terjadi di Yogyakarta. Para pendemo mengganti nama George Walker Bush menjadi George Gerr Gedebus alias tukang bohong sana-sini. Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri AS, Condoleezza Rice juga diganti namanya menjadi alat masak rice coker. Sebab Rice yang datang ke Indonesia beberapa waktu lalu telah melakukan penekanan terhadap Indonesia melalui perusahaan ExxonMobil Oil Indonesia.."Jangan sebut lagi George walker Bush tapi kita sebut saja Gerr Gedebus si tukang bohong," teriak salah seorang peserta aksi saat berorasi di Simpang Empat Kantor Pos Besar di Jl Senopati, Yogyakarta, Minggu (19/11/2006).Aksi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu dikuti sekitar 500-an orang. Mereka memadati simpang empat Kantor Pos sejak pukul 10.00 WIB. Oleh karena massa yang banyak, jalan yang menuju simpang empat ditutup oleh petugas. Dua jalan dari arah barat jalan KH Ahmad Dahlan dan dari timur simpang empat Gondomanan ditutup aparat Poltabes Yogyakarta. Sedang dari arah utara, Malioboro dan Selatan Alun Alun Utara kendaraan masih diperbolehkan lewat.Dalam aksi itu, massa juga membawa sebuah truk dilengkapi pengeras suara dan berfungsi sebagai panggung orasi. Sedang massa membawa bendera partai dan poster diantaranya bertuliskan No Bush, Tolak Bus, Bush Go To Hell, Bush Big Terrorist.Selain berorasi selama lebih kurang dua jam, aksi diakhiri pembakaran sebuah bendera AS ditengah tengah peserta aksi. Setelah bendera terbakar habis, massa kemudian meluapkan kegembiraannya dengan menari sambil meneriakkan yel-yel, tolak Bush dan hancurkan Bush berkali-kali.Ketua DPW PKS DIY, H. Ahmad Sumiyanto dalam orasinya menyatakan Indonesia harus berani dengan tegas menolak kedatangan Bush beserta agenda-agenda yang dibawanya. "Kami juga menyerukan pada pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas tidak tunduk pada kebijakan AS yang bersifat mendikte dan tidak menghormati kedaulatan NKRI," katanya.Seusai pembacaanya pernyataan sikap, massa kemudian membubarkan diri secara tertib. Massa kemudian bergerak menuju tempat parkir kendaraan di depan kantor Bank Indonesia (BI) Yogyakarta untuk pulang bersama rombongan masng-masing. Dalam aksi itu polisi tidak melakukan penjagaan ketat dan hanya petugas lalu-lintas yang berjaga agar tak ada kemacetan lalulintas.
(mar/mar)











































