Satu Keluarga Keracunan Jamur
Sabtu, 18 Nov 2006 18:42 WIB
Palembang - Kasus keracunan makanan jamur ratusan kali terjadi di Indonesia. Tapi rasa enaknya membuat banyak orang tidak jera, seperti satu keluarga di Lubuklinggau, Sumatera Selatan ini. Satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Kota Lubuklinggau IGD Siti Aisyah. Mereka keracunan jamur yang telah dimasak. Ketujuh orang ini muntah-muntah, mencret dan pusing. Keluarga besar itu adalah Akin (50, bapak), Saipul (20, anak), Suryana (23, anak), Lina (18, menantu), Agus (11, anak), Agista (12, anak) serta Destina (2, cucu), kesemuanya merupakan warga Ngiling, Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Hanya satu yang tidak mengalami keracunan, yakni Ny Akin, lantaran tidak memakan jamur tersebut.Peristiwa yang hampir merenggut nyawa ini terjadi Jumat (17/11/2006) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, mereka mengonsumsi jamur yang didapat dari ladang setelah bertani. Keterangan dari salah seorang keluarga korban, Suryana, Sabtu (18/11/2006), salah seorang keluarga korban yang baru pulang dari kebun membawa jamur sayuran yang tumbuh di batang pisang. "Jamur ini berwarna putih dan berdaun lebar," ujarnya. Dikatakan dia, mengonsumsi jamur bukan yang pertama bagi mereka sekeluarga. "Karenanya jamur dari ladang tersebut kemudian dimasak untuk dijadikan teman makan nasi," ujarnya. Begitu tiba makan malam, tanpa rasa curiga mereka sekeluarga makan sayur jamur yang sudah dimasak. Selang beberapa menit kemudian ketujuh keluarga yang mengonsumsi jamur ini merasa pusing dan ingin buang air kecil. "Seluruhnya terkena diare atau mencret-mencret," katanya. Oleh warga, keluarga Akin ini diberikan obat-obatan kampung. Sayangnya, obat kampung yang diberikan tidak meringankan sakit mereka. Bahkan sakit akibat keracunan jamur tadi semakin parah. Karena itulah, para korban jamur ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuk Linggau sekitar pukul 24.00 WIB. Empat orang di antaranya harus menjalani perawatan, yakni Akin, Saipul, Lina, dan Surya.
(tw/asy)











































