SBY Bertemu Bush di Hanoi
Sabtu, 18 Nov 2006 17:58 WIB
Jakarta - Sebelum bertemu di Indonesia, Presiden SBY dan Presiden AS George W Bush bertemu di Hanoi, Vietnam. Namun, kedua presiden ini bertemu dalam acara pertemuan enam pemimpin negara Asia Tenggara dengan pemimpin AS. Pertemuan para pemimpin negara Asia Tenggara dengan Bush itu digelar di International Concention Center (ICC), Hanoi, Sabtu (18/11/2006) pagi. SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Menko Perekonomian Boediono, Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, Kepala BKPM M. Lutfi dan Dirjen Asia Pasific dan Afrika Primo Alui Djoelianto. Seperti dikutip dari www.presidensby.info, sebelum masuk ke ICC, para pemimpin negara berfoto sejenak. Setelah itu, mereka duduk di kursi yang telah disediakan. Di meja pertemuan yang berbentuk U, Presiden SBY duduk diapit PM Malaysia Abdulah Badawi dan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah. Duduk di depan memimpin jalannya pertemuan adalah Presiden Bush dan Presiden Republik Sosialis Vietnam Nguyen Minh Triet. Sementara, PM Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Filipina Gloria Arroyo dan PM Thailand Surayud Chulanont duduk berhadapan dengan Presiden SBY.Acara dibuka dengan sambutan selamat datang oleh Nguyen Minh Triet, dilanjutkan dengan pernyataan Bush. Untuk menghormati satu-satunya presiden wanita, Presiden Filipina Gloria Arroyo diberikan kesempatan memberikan pernyataan pertama setelah Bush, kemudian dilanjutkan dengan pernyataan kepala negara/pemerintahan Asia Tenggara yang lain, masing-masing selama lima menit sesuai urutan abjad.Pertemuan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini berlangsung kurang lebih selama satu jam. Selanjutnya Presiden SBY kembali ke Hotel Horison Hanoi untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Singapura Lee Hsien Loong. Hadiri APECSBY bersama rombongan berada di Hanoi sejak Jumat (17/11/2006) untuk menghadiri APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) CEO Summit. Dalam acara ini, SBY menyampaikan pidato dengan judul 'The Economic Security Threats of the Future: Are the Responses of Today Adequate?'Menurut SBY, ada lima ancaman keamanan ekonomi dunia. Kelima ancaman itu adalah kemiskinan, penyebaran virus flu burung, korupsi, kondisi atau lingkungan yang tidak stabil dan tidak aman, serta bencana alam. "Krisis ekonomi, serangan teroris, virus SARS, virus flu burung, bencana alam seperti tsunami, gempa bumi dan kebakaran hutan. Dan tidak ada yang tahu, apalagi yang akan terjadi lagi nanti," kata SBY. Di hari Sabtu (18/11/2006), selain bertemu para pemimpin Asia Tenggara anggota APEC dan Presiden Bush, SBY juga menghadiri 'APEC Economic Leaders' Retreat I yang digelar mulai pukul 14.00 waktu setempat. Setelah acara ini, SBY akan mengikuti pertemuan dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) yang hanya diikuti oleh Kepala Negara/Kepala Pemerintahan.Anggota APEC terdiri dari 21 negara yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cili, Republik Rakyat Cina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua New Guinea, Filipina, Singapura,Taiwan/China Taipe, Thailand, Amerika Serikat, Peru, Rusia, dan Vietnam.
(asy/jon)











































