Warga Seputar Istana Bogor Tak Tahu Ada ID Card Khusus

Warga Seputar Istana Bogor Tak Tahu Ada ID Card Khusus

- detikNews
Sabtu, 18 Nov 2006 17:22 WIB
Bogor - Warga yang berada di kampung Lebak Kantin, Jalan Jalak Harupat harus mengurung diri di dalam rumah. Seluruh warga kampung yang terletak 100 meter di seberang Istana Bogor ini tidak memiliki ID Card.Sesuai surat edaran Sekda Bogor, tujuh ruas jalan yang ditutup dari seliweran warga adalah Jl. Padjadjaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Juanda, Jl. RE Martadinata, Jl. Otista, Jl. Pemuda, dan Jl. Sudirman. Namun warga di seputar jalan itu masih tidak mengetahui adanya ID Card khusus.Seorang warga kampung Lebak Kantin RT 01 RW 06, Edi (40) misalnya mengaku belum ada informasi tentang pembagian ID Card. "Saya juga belum menerima instruksi resmi dari aparat dan lurah mengenai larangan-larangan bagi warga untuk menjauhi jalur steril," tambahnya ketika ditemui detikcom, Sabtu (18/11/2006).Dia mengaku justru mengetahui ID Card ini dari televisi. Namun pria yang bekerja di bagian listrik IPB ini mengatakan akan berada di rumah saat hari kunjungan Presiden AS George W Bush. "Kumpul bersama keluarga saja dan nonton televisi," katanya.Serupa dengan Edi, Adi (19) mengatakan tidak ada pembagian ID khusus. "Gak ada yang dapat ID khusus," tandasnya.Adi mengaku pernah melihat aparat memberitahu ibu-ibu di kampungnya agar pada tanggal 20 November bisa keluar rumah. "Ibu-ibu itu juga diberitahu bahwa 500 meter dari jalan yang disterilkan dilarang ada orang. Bila dilanggar, hanya akan ditegur," kisah Adi.Pada 20 November nanti, Adi tidak berencana pergi ke luar kota. Dia hanya akan bercengkrama bersama temennya di warung dekat rumah."Di sini gak ada tuh yang dapat kartu itu. Lurah, Pak RT dan Pak RW juga tidak memberikan informasi ID Card," tambah Adi.Menariknya, lanjut Adi, 15 orang tetangganya yang berprofesi pedagang malah pulang kampung ke Leuwiliang, Cirebon. "Ada surat edaran dari pemerintah bahwa tanggal 18 sampai 20 November, mereka dilarang berjualan di tempat mangkalnya," ujar Adi menirukan tetangganya.Tetangga Adi biasanya menjajakan dagangannya di Lapangan Sempur, Jalan Juanda dan Jalan Sudirman. "Karena edaran itu, mereka memilih untuk pulang kampung saja," imbuhnya. (wiq/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads