Massa Berpakaian Adat Tolak Bush di HI
Sabtu, 18 Nov 2006 14:09 WIB
Jakarta - Sekitar seratus orang yang tergabung dalam Aliansi Nusantara melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka melakukan unjuk rasa menolak kedatangan Presiden AS George W Bush.Massa tiba sekitar pukul 12.25 WIB yang sebelum melakukan longmarch mulai dari Gedung Indosat Jalan Medan Merdeka Barat. Aliansi yang merupakan gabungan 20 elemen masyarakat, di antaranya, Kontras, UPC, LBH, WALHI, Keluarga Korban Mei, dan Koalisi Perempuan Indonesia.Sambil berpakaian adat dari Aceh, Sumut, Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Kalimantan, mereka mengelilingi Bundaran HI diiringi musik Tor-tor dari Tapanuli dan lagu Minang. Pakaian daerah yang dikenakan merupakan simbol tempat perusahaan asing yang telah merampas rakyat Indonesia. Pakaian daerah yang dikenakan juga dilengkapi topi caping yang melekat di kepala mereka. "Bush, Bush kita rebus, Amerika kita seterika," teriak massa sambil menari berkeliling di bundaran. Spanduk bertuliskan "Bush Indonesia Number 1 Enemy", "Bush you are unwelcome here!", "Soekarno yes, Hugo Caves yes, Evo Morales yes, Bush no way!" dan "Bush buaya darat" membentang di tengah aksi massa ini. Dalam orasinya, salah seorang koordinator aksi Yenny Rosa Damayanti membacakan surat untuk Bush yang berjudul Anda Tidak Diterima. Menurut Yenny , pemerintah telah melakukan kesalahan besar menerima Bush."Kami menolak kedatangan Anda, karena Anda mengancam terorisme tapi justru memerangi seperti teroris. Anda mengambil dolaran mineral dan tambang sumber energi yang dimiliki rakyat Indonesia. Bahkan perusaahan itu telah merusak lingkungan, karena itu kami menolak!" katanya.
(wiq/jon)











































