Polair dan Keluarga Cari Hidayatullah di KMP Lampung
Sabtu, 18 Nov 2006 14:06 WIB
Merak - Keberadaan Hidayatullah, anak buah kapal (ABK) KMP Lampung, yang terbakar di Pelabuhan Merak, Banten masih misterius. Petugas Polair Polda Banten dan keluarga korban mencoba masuk ke dalam bangkai kapal feri itu.Rombongan petugas, keluarga, serta wartawan menumpang 4 speedboat menuju lokasi kapal terbakar yang terletak persis di Pantai Mabak (markas besar kepolisian), Pulau Merak, Cilegon, Sabtu (18/11/2006).Setiba di lokasi, 2 speedboat yang masing-masing berisi 8 petugas tampak memeriksa dinding kapal. Sedangkan 2 speedboat lainnya hanya melihat di sekitar lokasi.Saat dinding kapal disentuh tangan petugas, kondisinya masih panas. Petugas pun mengurungkan niat masuk ke dalam kapal. Namun demikian, pencarian Hidayatullah terus dilanjutkan. Petugas menggunakan cara sederhana.Petugas yang menumpang 2 speetboat tampak mengelilingi kapal sambil memukul-mukul dinding kapal dengan menggunakan pentungan. Mereka berharap mendengar jawaban dari Hidayatullah yang diduga terjebak di dalam kamar mesin. Policeline juga dipasang di sekitar badan kapal.Setelah 15 menit berkeliling, tidak ada satu pun jawaban dari Hidayatullah yang diperoleh. Petugas pun memberitahukan kepada keluarga yang diwakili adik ipar Hidayatullah, Ismed. Tidak puas dengan pencarian petugas, Ismed pun ingin membuktikannya. Dia sempat pindah speedboat dan terlihat memegang dinding yang panas itu. Rombongan pun akhirnya memutuskan kembali ke darat. "Kita tidak punya kemampuan untuk menerobos ke dalam kapal karena kondisinya masih panas. Kita akan minta bantuan dari PT Jemla, pemilik KMP Lampung, untuk mendatangkan peralatan pendingin kapal," kata Direktur Polair Kombes Mohammad Yasin Kosasih.Pantauan detikcom, sudah tidak ditemukan titik-titik api di KMP Lampung. Namun asap tebal masih mengepul.
(aan/asy)











































