Ketemu Bush Tidak Bahas Ekonomi, Pemerintah Keterlaluan
Sabtu, 18 Nov 2006 10:00 WIB
Jakarta - Menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush, pemerintah Indonesia dinilai tidak memiliki konsep yang jelas di bidang ekonomi yang akan dibahas dalam pertemuan di Istana Bogor. Keterlaluan."Pemerintah terlihat tidak memiliki draf dalam bidang ekonomi yang akan dibahas dengan Bush," cetus anggota Panitia Anggaran DPR Ramson Siagian dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (18/11/2006).Apalagi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pernyataanya mengaku terkejut dengan porsi 0 persen yang didapat RI dalam pengelolaan Blok Natuna. "Ini memalukan JK seharusnya sudah tahu karena kontrak pengelolaan gas di blok Natuna sudah berakhir sejak 2005 lalu. Exxon kan perusahaan yang mendukung Partai Republik," imbuh Ramson.Dengan kedatangan Bush, seharusnya SBY-JK dan tim ekonomi memanfaatkan kesempatan ini untuk membahas kepentingan ekonomi. "Yang penting tercipta mutual benefit. Jangan kita terus yang dirugikan," tukasnya.Meski mendapat penolakan, kedatangan Bush, lanjut Ramson harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. "Ada political cost yang harus dibayar pemerintah, makanya kita harus mendapatkan benefit dari kedatangan Bush," ujarnya.Jika nantinya pertemuan itu tidak menghasilkan apa-apa, Ramson meminta masyarakat tidak menyalahkan Bush. "Jangan hanya menyalahkan orang luar. Kita sendiri tidak punya konsep. Salahkan pemeritah dan tim ekonomi kita," tandasnya.
(bal/bal)











































