Listrik Korslet, Teknisi Masjid Agung Jateng Terluka
Jumat, 17 Nov 2006 23:35 WIB
Semarang - Setelah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu 15 November lalu,Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menelan korban. Seorang teknisi, Supriyadi, dilarikan ke RS karena tersengat listrik yang korslet.Tidak jelas, kapan waktu musibah itu terjadi. Namun berdasar keterangan yang berhasil dihimpun, saat kejadian, Supriyadi, berada di sekitar panel. Ia melihatasap keluar dari dalam boks, dan ketika dibuka asap yang disertai percikan apitersebut langsung menyambar wajah dan lengannya. Lelaki asal Godong, Grobogan itu segera dilarikan ke rumah sakit Panti Wilasa Citarum. Jum'at (17/11/2006), ia masih menjalani perawatan di kamar Anggrek 10. Wartawan tak diizinkan menemui teknisi naas tersebut.Kepala Tata Usaha BP MAJT, Fatquri Buseri menyatakan, sebenarnya Supriyadidiperbolehkan rawat jalan, namun oleh badan pengelola diminta untuk opname terlebih dahulu. "Ini hanya kejadian kecil, ya seperti sebelum puasa yang lalu," katanya seakan tak mau dikonfirmasi lebih lanjut.Kejadian itu diketahui setelah tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Semarang melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Selain Kalabfor Kombes Pol Bambang dan Kanit Balistik AKBP Rini, tampak juga Kasatreskrim Polwiltabes Semarang Kompol Agus Rohmat SIk SH MHum yang memimpin pengamanan di TKP."Kami ingin memeriksa untuk memastikan penyebab kejadian. Apa ada unsur kelalaian atau tidak," tutur petugas forensik kepada Fatquri di MAJT, Jalan Gajah Raya Semarang. Saat itu, petugas sekaligus meminta izin untuk segera memperbaiki panel listrik tersebut. MAJT dibangun sejak 2001 lalu, dan diselesaikan 2006. Rabu lalu, Presiden SBY meresmikan masjid berbiaya Rp 200 miliar tersebut. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare itu mempunyai enam payung elektrik sebagaimana Masjid Nabawi, di Madinah.
(try/bal)











































